Game Changer jadi Wadah Kreatif Generasi Millenial

Game Changer Fest
Sumber :
  • VIVA/ Isra Berlian

VIVA – Hari ini, Sampoerna University menyelenggarakan event Game Changer Fest. Sebuah festival yang digelar untuk menginspirasi generasi muda Indonesia untuk menjadi game changer (agen pembawa perubahan) di berbagai bidang.

img_title Disebut Pansos ke Betrand Peto Soal Laporan Dugaan Kekerasan, Kuasa Hukum ANW Naik Pitam: Fokus Penegakan Hukum

Pada kegiatan yang digelar di Sampoerna University Pancoran, Chief Academic Office Sampoerna University Dr. Marshall Schott. Ph.D menjelskan tantangan yang harus dihadapi generasi muda kini bukan hanya sekedar belajar tapi juga harus bisa kreatif untuk dapat menjawab tantangan masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun di sisi lain, banyak siswa-siswi yang telah menyelesaikan pendidikannya sulit diterima di beberapa perusahaan karena anak muda yang tidak memiliki keahlian yang dibutuhkan dalam industri pekerjaan. Oleh karena itu, kata dia insititusi sekolah pun memiliki peranan penting untuk hal itu.

img_title John Herdman Diminta Lirik 3 Pemain yang Bersinar di Super League, 2 dari Persib Bandung

"Dari tahun ke tahun para lulusan universitas dihadapkan dengan kompetisi global yang menuntut mereka untuk menjadi pribadi yang lebih komunikatif, kreatif dan kolaboratif agar bisa bersaing," ungkap Marshall, Kamis 25 Januari 2018.

Ia melanjutkan dengan adanya acara ini pihaknya berharap dapat memberikan wawasan kepada generasi muda mengenai perkembangan di berbagai bidang dan menginspirasi mereka untuk menjadi agen perubahan di masing-masing bidangnya.

img_title Ini Permintaan ANW ke Betrand Peto Soal Kasus Dugaan Kekerasan: Tak Mengharapkan Ganti Kerugian Sepeser Pun

"Ini adalah salah satu cara kami untuk menginspirasi generasi muda Indonesia menjadi game changer di berbagai bidang," jelasnya.

Untuk diketahui, kegiatan yang mulai berlangsung hari ini, Kamis, 25 Januari 2018 akan menghadirkan berbagai pembicara inspiratif seperti Andre Surya, Kevin Hendrawan, Diatce Harahap, Reina Latief Wardana hingga Nila Tanzil.

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

OJK Ungkap Pelanggaran Pasar Modal Sepanjang 2026, Denda Tembus Rp1,5 Triliun

OJK mengungkapkan bahwa mereka sudah melakukan penindakan pelanggaran pasar modal hingga 31 Oktober 2026, dengan sanksi berupa denda miliaran hingga Rp1,5 triliun.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut