Kenali Kriteria Kota Ramah Perempuan dan Anak

Ilustrasi orangtua dan anak.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Kota yang aman dan nyaman tentu menjadi dambaan para masyarakat di dunia. Hanya saja, menciptakan kota yang ramah tersebut bukan lah suatu hal yang mudah.

2030 Indonesia Targetkan Jadi Negara Layak Anak

Terlebih, kota yang ramah untuk anak dan perempuan masih sangat sulit diraih. Apabila kota ramah anak dan perempuan sudah tercipta, maka kota tersebut aman untuk semua masyarakatnya.

"Keamanan di suatu kota penting. Salah satunya dengan akses yang nyaman dan aman, maka ini akan menjadi penentu apakah kota itu bisa dinikmati dan ramah untuk masyarakatnya," ujar Direktur Program Yayasan Plan International Indonesia, Dwi Yuliawati, dalam acara 'Sehari Jadi Pemimpin' di Stasiun Gambir, Jakarta, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Depok di Posisi Keempat Kota Tak Ramah Anak

Menurut Dwi, diperkirakan akan ada 700 juta anak perempuan yang akan tinggal di perkotaan. Sehingga, kenyamanan di area publik harus menjadi perhatian penting demi kenyamanan kaum perempuan.

"Kriteria kota ramah perempuan bukan hanya akses di publik yang bebas dari kejahatan tapi juga bagaimana anak perempuan bisa mengekspresikan perasaannya seperti hadirnya taman kota untuk bermain," ujar dia.

Soal Kota Ramah Anak, Depok Dikritik Masih Sebatas Jargon

Selain fasilitas tersebut, lanjut Dwi, akses transportasi untuk mencapai ke tempat pelayanan tersebut perlu diperbaiki. Bukan hanya dari segi kendaraan umum, namun juga akses yang aman dan nyaman untuk pejalan kaki.

"Perempuan enggan untuk mengakses ke tempat yang disediakan karena merasa takut karena jalanan gelap atau takut ada yang ganggu saat di jalan. Perasaan aman itu perlu ada untuk anak perempuan yang tinggal di perkotaan," paparnya.

Puskesmas di Semarang buat taman bermain anak

Usaha Kota Semarang Wujudkan Impian jadi Kota Layak Anak

Ada banyak hal yang dilakukan Semarang untuk menuju Kota Ramah Anak

img_title
VIVA.co.id
17 September 2019