Kasus Audrey, KPAI Sebut Tak Ada Kata Damai

Komisioner KPAI Retno Listyarti
Sumber :
  • VIVA/Syaefullah

VIVA – Mencuatnya kasus dugaan penganiayaan di Pontianak terhadap AU (14 tahun) oleh 12 anak hingga harus dirawat di RS menimbulkan sejumlah respons di masyarakat. Banyak masyarakat yang merasa geram terkait kejadian itu. 

img_title 7,2 Persen Dokter Punya Masalah Kesehatan Jiwa, Wamenkes Dante: Jangan Langsung Hubungkan dengan Bullying

Di media sosial sendiri tersebar kabar bahwa kasus ini akan dibawa ke jalur damai. Namun, menurut klarifikasi dari Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, bahwa tidak ada kata damai dalam kasus itu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Retno menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD). Ia menjelaskan bahwa pada Jumat, 5 April 2019, telah dilakukan mediasi di Polsek Pontianak Selatan antara ibu korban dan pelaku yang didampingi oleh keluarga masing-masing. 

img_title Viral Komentar Nirempati Diduga Oknum Nakes Pada Unggahan Pasien

"Hasilnya, tidak ada kesepakatan untuk berdamai," ungkap Retno dalam siaran pers yang diterima VIVA, Selasa 9 April 2019.

Retno menuturkan bahwa pihak KPPAD Kalbar juga telah melakukan koordinasi dengan sekolah para pelaku. Menurut ketiga pihak sekolah, pelaku merupakan siswi yang tidak pernah memiliki masalah. Mereka juga aktif mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah masing-masing.

img_title Geger Siswa SMP di Pemalang Meninggal Dunia Diduga Jadi Korban Bully, Polisi Lakukan Autopsi

Selanjutnya juga akan dilakukan pendampingan terhadap korban, pelaku, dan saksi sepanjang masih kategori anak. (ren)

Ilustrasi kekerasan pada anak

Kekerasan Perempuan dan Anak Mengintai di Dunia Digital, Gubernur Kalsel Ungkap Langkah Pencegahannya

Tantangan yang dihadapi perempuan dan anak kini tidak hanya datang dari lingkungan sekitar. Perkembangan teknologi turut menghadirkan bentuk ancaman baru.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut