Orangtua Perlu Tahu Beda Disiplin dan Kekerasan

Ilustrasi ibu dan anak atau parenting.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Tiap orangtua punya cara berbeda, bagaimana mengajarkan disiplin pada buah hati. Sayangnya, tak semua orangtua memahami cara mengasuh anak secara disiplin.

img_title Ibu di Bantul Lakban Anak Kandungnya Buat Refreshing Jalan-jalan, Alasannya Lelah Ngurus Sendirian

Memberi pola asuh disiplin pada anak sangat bermanfaat, salah satunya untuk menanamkan perilaku positif di kemudian hari. Namun, kebanyakan orangtua sulit membedakan cara mendisiplinkan anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkadang, niat awal memberi pola asuh disiplin, orangtua justru cenderung memberi hukuman yang membuat rasa takut pada anak. Hal ini yang justru perlu dihindari oleh orangtua karena dapat memicu kondisi kekerasan.

img_title KPAI: Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Yogya Jadi yang Terbesar Selama 3 Tahun Terakhir

"Orangtua perlu bedakan disiplin dan kekerasan. Saat memarahi anak secara fisik dengan memukul dan psikis dengan mencaci maki, itu malah membuat anak takut dan itu adalah bentuk kekerasan," ujar Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. dr. Meita Dhamayanti, Sp.A(K) dalam acara Bersama Lindungi Hak Anak di Gedung IDAI, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.

Meita mengatakan bahwa kekerasan adalah bentuk kesengsaraan yang dirasakan oleh anak, baik fisik, psikis, seksual termasuk bentuk ancaman. Pemahaman ini masih belum diketahui oleh orangtua dan malah membuat anak mendapat efek negatif dari hukuman yang diberikan.

img_title Bukan Cuma Tak Kantongi Izin, CCTV Daycare Little Aresha Hanya Bisa Diakses di Area Luar oleh Orang Tua

"Disiplin itu bukan hukuman karena itu beri rasa takut. Tapi, pola asuh yang mendidik positif seperti saat menghardik, itu tujuannya untuk beri efek positif pada anak," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk itu, orangtua perlu memberikan pola asuh disiplin yang sesuai dengan hak anak dalam mencegah kecenderungan kekerasan. Beberapa hak yang harus dimiliki anak, yaitu untuk hidup dan berkembang, memiliki identitas, diasuh orangtua dengan tepat serta mendapat pelayanan kesehatan.

"Empat prinsip pengasuhan anak, yaitu nondiskriminatif, the best interest in children, beri penghargaan dan hak hidup anak serta berkembang," tuturnya. (rna)

Ilustrasi kekerasan pada anak

Kekerasan Perempuan dan Anak Mengintai di Dunia Digital, Gubernur Kalsel Ungkap Langkah Pencegahannya

Tantangan yang dihadapi perempuan dan anak kini tidak hanya datang dari lingkungan sekitar. Perkembangan teknologi turut menghadirkan bentuk ancaman baru.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut