Cara Tepat Pangkas Lemak Anak yang Terlanjur Gemuk

Ilustrasi anak gemuk
Sumber :
  • pixabay/Adinavoicu

VIVA – Kegemukan mulai menjadi masalah di beberapa daerah di Tanah Air. Tak sedikit kasus anak yang kegemukan dan perlu ditangani segera agar kondisinya tidak semakin parah. Kondisi anak yang kegemukan rentan diintai oleh penyakit tidak menular. Untuk itu, perlu dilakukan penanganan agar anak bisa kembali memiliki bobot tubuh ideal.

img_title Perut Pria Makin Buncit Setelah Usia 40? Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh

"Paling pertama pola makan. Sama saja seperti anak biasa yaitu tiga kali sehari dan dua kali camilan tapi camilannya buah, durasi makan 30 menit, dan konsumsi air putih di sela-sela makan. Penting agar tidak memaksa anak konsumsi makanan tertentu atau jumlah tertentu agar anak tidak merasa tertekan," ujar spesialis anak dr. Yovita Ananta SpA., dalam temu media Rumah Sakit Pondok Indah, di kawasan Blok M, Jakarta, Kamis 18 Juli 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain pola makan, kebiasaan aktif bergerak pada anak yang sudah terlanjur obesitas juga bisa mempengaruhi. Berikan aktivitas harian seperti berjalan santai agar terbiasa dengan hal tersebut.

img_title Waspadai Produk Obat Abal-abal, BPOM Ingatkan Penanganan Obesitas Tak Bisa Instan

"Jalan kaki 15 menit ke sekolah misalnya, itu lumayan kan pulang pergi bisa bakar kalorinya," katanya.

Untuk aktivitas olahraga, disarankan juga dilakukan setiap hari dengan durasi selama 30 menit. Hal ini agar pembakaran kalori di tubuh bisa berfungsi dengan maksimal.

img_title 1/4 Orang Dewasa Indonesia Alami Obesitas yang Ternyata Penyakit Kronis, Dokter: Bukan Sekadar Kebanyakan Makan!

"Kalau untuk pencegahan obesitas, olahraga tiga kali seminggu. Kalau sudah obesitas, perlu setiap hari olahraganya," kata dia.(nda)

Ilustrasi jantung.

Terapi Pengelolaan Berat Badan & Lindungi Kesehatan Jantung Jadi Tema World Heart Day 2026

Hubungan obesitas dan kesehatan jantung lebih kompleks dari sekadar angka timbangan, karena terkait berbagai fungsi tubuh dan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.

img_title
VIVA.co.id
28 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut