Ini Solusi Bagi Anak dan Orangtua yang Terdampak Pandemi

Ilustrasi anak belajar dunia digital
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Hampir sepertiga dari populasi dunia merupakan anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Di berbagai belahan dunia, jumlah anak dan populasi muda mencapai 50 persen. Oleh karena itu, setiap jenis bisnis tidak dapat dihindari untuk berinteraksi dan berada dalam lingkungan kehidupan anak, baik secara langsung maupun tidak.

img_title Veronica Tan Ungkap Hal Sederhana yang Sering Luput dari Orang Tua: Luangkan Waktu untuk Anak!

Chief of Business Development Save the Children, Rizal Algamar, mengatakan anak merupakan masa depan bangsa dan cikal bakal lahirnya suatu generasi baru, yang kelak menjadi penerus cita-cita bangsa. Anak memiliki peran yang sangat strategis dalam Pembangunan Nasional, maka tentunya diharapkan menjadi manusia yang berkualitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena dampak COVID-19 ini, anak-anak kehilangan kesempatan untuk belajar dan para pekerja sedang menghadapi masalah ekonomi. Hal ini akan mengarah kepada meningkatnya pekerja anak atau usia muda," ujarnya saat webinar yang diselenggarakan Save The Children, tentang Family-Friendly Workplaces: A Stronger Business for Companies, A Brighter Future for Children, Jumat 13 November 2020. 

img_title Jangan Diabaikan, Ini Dampak Kekurangan Zat Besi pada Anak

Menurut Rizal, seharusnya anak-anak dapat bermain, berkreativitas, memperoleh edukasi, kesehatan, dan kesejahteraan, tanpa merasa khawatir jauh dari orangtua, dalam mendukung tumbuh kembang anak itu sendiri. 

"Sebaliknya, para orangtua tetap dapat bekerja dengan tenang tanpa perlu khawatir untuk kehilangan waktu bersama anaknya dan tentunya kondisi ini juga dapat mendukung proses tumbuh kembang anak dengan baik," tambah dia. 

img_title Stasiun LRT Disulap Jadi Panggung Kreativitas, Anak-anak Diajarkan Tampil Berani dan Percaya Diri

Berdasarkan hasil polling yang diadakan oleh The Center for Child Rights and Corporate Social Responsibility (CCR CSR), terkait tantangan terbesar bagi pekerja dengan low-income di masa pandemi menunjukkan, 92 persen adalah masalah ekonomi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Executive Director CCR CSR Asia, Inez Kaempfer, mengungkap berbagai tantangan keluarga di masa pandemi, di antaranya risiko putus sekolah, kesehatan, keamanan, meningkatnya tingkat stres dan eksploitasi pekerja. 

"Selain itu, pada masa pandemi ini juga meningkatkan risiko para pekerja usia dini khususnya anak-anak, karena adanya tekanan finansial, kerja serabutan, lingkungan kerja yang tidak baik, dan banyaknya pekerja yang dijadikan pekerja harian. Para orangtua yang terpaksa membawa anak ke tempat kerja, serta kekurangan pekerja," kata dia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut