Dianggap Praktis, Sunat Laser Ternyata Berbahaya

ilustrasi anak
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Sunat adalah operasi pengangkatan kulup yang merupakan kulit yang menutupi ujung penis. Saat ini terdapat pilihan sunat yang bisa dilakukan, salah satunya teknik laser yang prosesnya lebih cepat dan kekinian. 

img_title Willie Salim Lakukan Sunat di Usia 24 Tahun, Adakan Syukuran hingga Diarak

Banyak masyarakat yang masih menggunakan metode sunat menggunakan laser (electrical cauter) ini. Padahal, tidak sedikit bahaya yang ditimbulkan. Selain anggapan praktis, masyarakat juga memilih alasan sunat menggunakan laser karena prosesnya cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kisah bocah di Pekalongan beberapa tahun lalu yang kepala kelaminnya ikut terpotong setelah disunat dengan menggunakan teknik laser adalah salah satu informasi yang masih minim diketahui masyarakat, tentang bahaya sunat menggunakan metode laser ini. 

img_title Menunda Sunat, Apakah Ada Dampak Buruknya bagi Kesehatan? Ini Penjelasannya

Dokter Spesialis Urologi RS Siloam, Dr Arry Rodjani, SpU (K), mengatakan, apa yang dianggap sebagai sunat laser tidak menggunakan energi cahaya, namun menggunakan energi panas dengan menggunakan alat elektrokauter untuk memotong jaringan, koagulasi dan diseksi. 

"Pada penggunaan kauter (sunat laser), arus listrik langsung menuju penis jaringan penis dan bila preputium (kulup penis) dipotong dengan kauter dapat terjadi total phallic loss atau gangguan saraf yang parah. Oleh karenanya, sibelum sirkumsisi yang perlu diperhatikan adalah indikasi dan kontraindikasi," ujarnya saat diskusi yang diadakan oleh Forum Jurnalis Online (FJO), Rabu 3 Maret 2021.

img_title Viral Bocah 15 Tahun Ini Takut Sunat, Orang Tua Minta Bantuan Petugas Damkar

Pada sunat dengan alat ini, menurut Arry, energi listrik diarahkan langsung menuju jaringan penis, di mana ini berisiko menyebabkan terbakarnya jaringan sampai ke glans penis dan dapat menyebabkan luka bakar yang hebat, serta berakhir dengan teramputasinya glans penis (total phalic loss), terutama bila saat kulup dipotong terjadi kontak antara kauter dengan klem. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Umumnya alasan menggunakan alat ini adalah dapat melakukan sunat dengan lebih cepat dan risiko perdarahan yang lebih sedikit. Namun mengingat bahaya yang dapat terjadi sangat serius dan umumnya berakhir dengan kerusakan jaringan yang tidak dapat diperbaiki, sudah seharusnya teknik sunat ini tidak boleh dilakukan," tutur dia. 

Untuk mencegah terjadinya cedera akibat teknik sunat yang salah, World Health Organization: Task Force of Circumcision merekomendasikan sunat harus dilakukan oleh tenaga yang terlatih dan kompeten dengan menggunakan teknik yang steril dengan memerhatikan penanganan nyeri yang baik. Beberapa studi, menurut Arry, bahkan sudah tidak menganjurkan sunat laser untuk dilakukan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut