Anak Belum Bicara, Waspadai Gangguan Pendengaran

Ilustrasi anak belajar/parenting/ibu dan anak.
Sumber :
  • Freepik/bristekjegor

VIVA – Terkadang orangtua beralasan anak belum bisa bicara karena belum waktunya atau karena lidahnya pendek. Padahal, menurut Dokter Spesialis Telinga, Hidung Tenggorokan-Bedah Kepala Leher Dr. dr. Siti Faisa Abiratno, Sp.T.H.T.K.L (K) M.Sc Aud-Vestib Med pendengaran berpengaruh besar pada proses perkembangan bicara anak. 

img_title Heboh! Pengelola Panti Asuhan di Gorontalo Dipolisikan Lakukan Kekerasan Seksual ke 4 Anak Asuh Berstatus Pelajar

Ia menjelaskan, faktor pendukung proses perkembangan bicara anak adalah masuknya stimulus kata-kata atau kalimat di telinga yang diteruskan via jalur saraf pendengaran ke pusat pendengaran di otak. Di sini suara/kata-kata di interpretasi dan disimpan untuk dasar perkembangan berbicara lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokter Siti Faisa menjelaskan saat Webinar Profesional bertema Penatalaksanaan Gangguan Dengar pada Anak yang diselenggarakan oleh Perhati KL Cabang Sumatera Utara dan Kasoem Hearing Center, dikutip dari keterangannya belum lama ini.

img_title Sadisnya Dwi Bagus Habisi Nyawa Istri Siri dan Anaknya di Madiun, Dibunuh lalu Mayatnya Dibakar dan Digiling

“Dengan demikian masalah kemampuan mendengar merupakan hal yang penting dalam perkembangan proses berbicara pada anak. Dimulai dengan anak paham apa yang didengar. Masalah gangguan dengar pada anak sering tidak disadari oleh para orangtua. Anak yang kurang responsif terhadap bunyi di sekitar atau apabila dipanggil tidak respons, dianggap oleh karena anak ‘cuek’ padahal kemungkinan ada masalah kurang dengar,” tuturnya.

Lebih lanjut kata dr Siti Faisa, perkembangan bicara anak dapat juga dipengaruhi  oleh status mental, kesehatan anak dan lingkungan. Anak yang sering dirawat di rumah sakit karena sakit, bisa menghambat perkembangan bicara pada anak.

img_title Anak Sakit Serius, Orang Tua Juga Rentan Stres: Mengapa Dukungan Emosional Penting?

“Jadi masalah gangguan dengar bukan saja input pendengaran yang terganggu, tetapi juga masalah auditory feedback. Masalah gangguan dengar di samping  kata-kata tidak terdengar dengan sempurna, saat-anak menirukan/mengucapkan kata-kata akan terdengar ditelinganya sendiri (auditory feedback).  Hal tersebut dapat mengakibatkan cara pengucapan/artikulasi, terutama huruf konsonan tertentu dan intonasi  kata-kata tidak sempurna," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara dr. M. Pahala Hanafi Harahap M.Ked (ORL-HNS), Sp.T.H.T.K.L (K) mengatakan, masalah gangguan pendengaran pada anak disebabkan oleh masalah lingkungan dan masalah genetik. 

“Penyebabnya bisa karena masalah ibu terkena virus saat hamil  hingga kondisi prematur dan masalah lain,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut