Saran Aisyah Dahlan Agar Orang Tua Bisa Jadi Teman Curhat Anak

Ilustrasi anak belajar/parenting/ibu dan anak.
Sumber :
  • Freepik/bristekjegor

VIVA – Memiliki anak yang beranjak remaja, tentu memberikan kekhawatiran tersendiri bagi tiap orangtua di seluruh dunia. Bukan saja lingkungan baru yang dihadapi, tapi juga sederet teman-teman yang berbeda.

img_title Heboh! Pengelola Panti Asuhan di Gorontalo Dipolisikan Lakukan Kekerasan Seksual ke 4 Anak Asuh Berstatus Pelajar

Tak jarang, perubahan hormon juga menjadi permasalahan yang membuat anak kerap cemberut dan mengubah situasi hatinya. Di sini, orangtua selalu ingin tahu hal yang tengah dihadapi anak. Sayangnya, tak semua anak mau dan bisa terbuka pada orangtuanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak hal yang mendasari anak tak ingin berbagi keluh kesah pada kedua orangtuanya, namun yang menjadi pemicu utama adalah orangtua dianggap tak bisa dipercaya.

img_title Sadisnya Dwi Bagus Habisi Nyawa Istri Siri dan Anaknya di Madiun, Dibunuh lalu Mayatnya Dibakar dan Digiling

Lalu, bagaimana ya sikap yang harus diambil orang tua untuk bisa menjadi teman curhat anak?

Dituturkan Ulama Aisyah Dahlan, orangtua terlebih dahulu harus memahami watak dan bahasa kasih anak. Selain itu, cara berkomunikasi dengan anak perempuan dan laki-laki pun berbeda.

img_title Anak Sakit Serius, Orang Tua Juga Rentan Stres: Mengapa Dukungan Emosional Penting?

Tetapi, secara umum, anak perempuan dan laki-laki memiliki ciri khas yang bisa dijadikan acuan para orangtua untuk bersikap sehingga anak mau terbuka. Pertama, pada anak perempuan memiliki karakter dasar yang suka bercerita.

"Agar anak anggap orang ua sebagai sahabat, lihat mukanya saat bicara. Kalau anak lagi kesal, marah, dia kepengin orangtuanya duluan yang bertanya. Tapi, perempuan kalau lagi marah, susah bilang marah. Makanya tanya minimal tiga kali," jelasnya, dalam tayangan YouTube, dikutip VIVA, Kamis, 22 April 2021.

Kalau anak sedang tidak kesal dan marah, saat diajak bicara akan langsung menghadap ke wajah kita. Namun, ketika anak hanya memalingkan wajah tanpa menjawab sepatah kata pun, artinya ia sedang dirundung masalah.

"Anak perempuan kalau ditanya jawabnya, 'Enggak marah' dan memalingkan wajah, artinya marah. Tanya lagi 3-5 menit. Enggak bisa langsung ditinggalin," tutur Aisyah Dahlan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk anak perempuan juga, kata Aisyah Dahlan, perlu dimengerti saat waktunya menstruasi. Tak dimungkiri, perubahan hormon pada anak yang sudah menstruasi akan sangat mengganggu. Hal itu yang membuat suasana hati remaja perempuan kerap dilanda gelisah, kesal dan kebingungan.

"3 hari sebelum mens, lalu mens hari pertama sampai kelima, tolong jangan kasih nasihat dulu, kecuali bahaya banget. Sampai nanti masa suburnya tiba, di pertengahan siklus mensnya, baru bisa dikasih nasihat," kata Aisyah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut