Jelang Sekolah Dibuka, Dokter Reisa Ingatkan Ini

dr Reisa Broto Asmoro
Sumber :
  • BNPB

VIVA – Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai Juli 2021. Berkaitan dengan hal ini, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro, menekankan pentingnya penerapan protokol 3M pada masa PTM terbatas.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Menurut dia, syarat sekolah tatap muka salah satunya dapat dilakukan apabila mengikuti protokol kesehatan ketat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Memang banyak sekali panduan, seperti SKB 4 Menteri itu kalau saya lihat-lihat itu kayak skripsi. Tetapi sebenarnya basic-nya sama, yaitu cuma 3M. Kita harus ngerti dulu apa yang meski dilakukan," ujarnya dalam webinar Sekolah/Madrasah Tanggap COVID-19 melalui Pendekatan School Of Five, yang digelar Netherland Development Organisation (SNV) dan Katadata, Jumat, 7 Mei 2021.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Dokter Reisa lebih lanjut menjelaskan, penerapan protokol kesehatan menjadi sangat penting lantaran penularan COVID-19 dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung.

Penularan secara langsung dikenal dengan droplet, yakni keluarnya percikan air dari mulut dan hidung yang mengandung virus. Sedangkan tidak langsung adalah melalui benda-benda yang ada di sekitar.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

"Ingat, tempat masuknya virus itu cuma ada tiga, mata, hidung dan mulut. Virus masuk lewat baju enggak bisa. Jadi, apa yang kita lakukan itu cuma mencegah terjadinya penularan dengan kontak langsung atau tidak langsung ini," ungkap dia.

Reisa mengingatkan, saat ini lebih dari 154 juta penduduk di dunia dinyatakan positif COVID-19. Sementara di Indonesia, kasus COVID-19 terus menunjukkan penurunan.

Maka dari itu,Dokter Reisa mengatakan, dibukanya PTM terbatas membutuhkan komitmen bersama. Tidak hanya guru dan murid, tapi juga orangtua. Menurut dia, orangtua harus menjadi pengawas dan turun tangan secara langsung, agar dapat memastikan pihak sekolah siap melaksanakan PTM terbatas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sekolah juga harus terbuka, termasuk semua komunikasi itu harus dilakukan. Karena di sekolah terdapat tempat yang rentan berpotensi kerumunan. Seperti anak bermain, maka harus benar-benar dijaga, termasuk tidak bisa makan-makan di sekolahan, kalaupun makan di sekolah bawa bekal sendiri," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sri Wahyuningsih, menjelaskan, kebijakan pembelajaran tatap muka hanya dapat dilakukan apabila satuan pendidikan telah memenuhi daftar periksa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut