Gejala Paling Dominan yang Dirasakan Ibu Hamil Usai Vaksin COVID-19

Ilustrasi hamil/ibu hamil.
Sumber :
  • Freepik/lookstudio

VIVA – Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) sudah merekomendasikan agar ibu hamil diberikan vaksin COVID-19. Hal ini mengingat wanita hamil merupakan golongan yang rentan terpapar virus corona sehingga harus diberi perlindungan.

Sekjen POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K), mengatakan, rekomendasi pemberian vaksin pada ibu hamil diberikan mengacu pada beberapa studi yang dilakukan di luar negeri, yang membuktikan bahwa vaksin COVID-19 aman untuk ibu hamil.

"Ini studi terbaru Preliminary Findings of mRNA COVID-19 Vaccine Safety in Pregnant Persons, yang dilakukan di Amerika antara Desember 2020-Februari 2021," ujarnya saat konferensi pers yang digelar virtual, Jumat, 2 Juli 2021.

Studi observasional tersebut melibatkan 35 ribu wanita hamil yang berusia antara 16-64 tahun. Dalam penelitian itu, para ibu hamil diberikan dua vaksin, Pfizer dan Moderna, dan mereka dipantau hingga melahirkan.

"Yang dilihat adalah bagaimana bayi yang dilahirkan, adakah kejadian abortus dan adakah kematian Intrauterine. Juga dilihat adakah persalinan prematur, kelainan bawaan, pertumbuhan bayi yang terganggu dan kematian bayi setelah melahirkan," kata dia.

Prof. Budi mengatakan, hal yang pertama diamati pada penelitian tersebut adalah gejala atau Kejadian Ikutan Pasca imunisasi  (KIPI) yang dirasakan ibu hamil usai diberikan vaksin.

"Nomor satu yang paling banyak adalah pain atau nyeri pada lokasi injeksi. Baik kelompok yang mendapatkan Pfizer dosis 1 maupun 2 dan kelompok yang mendapatkan vaksin Moderna, dosis 1 dan 2," ungkapnya.

Budi lebih lanjut mengatakan, pada pemberian vaksin dosis kedua, keluhan nyeri bahkan relatif berkurang jauh dibandingkan dengan dosis pertama.

Soal Program Makan Siang Gratis, Ibu Hamil dan Balita juga Perlu Dukungan untuk Cegah Stunting

"Kemudian keluhan-keluhan yang lain saya kira tidak ada yang signifikan, serupa dengan kelompok yang non ibu hamil. Fatigue (kelelahan), ada demam sedikit, mual dan sebagainya, tapi sangat kecil hanya 2,8 persen," pungkas dia.

"Yang relatif lebih tinggi pada ibu hamil adalah nyeri pada tempat suntikan. Kalau yang lain-lain sebanding. Bahkan ibu hamil lebih sedikit dibandingkan pada kelompok ibu yang sedang tidak hamil," terang Prof. Budi Wiweko.

Restrukturisasi Kredit Berakhir, Bank Mandiri: Kondisi Debitur Terdampak COVID-19 Kembali Normal
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja

Pilkada 2024 Berbeda dan Lebih Kompleks dibanding Pilkada Serentak Sebelumnya, Menurut Bawaslu

Ketua Bawaslu RI mengatakan bahwa Pilkada Serentak 2024 berbeda dan jauh lebih kompleks dibandingkan dengan penyelenggaraan pilkada serentak sebelumnya.

img_title
VIVA.co.id
22 April 2024