Kasus COVID-19 pada Anak Tinggi, Ini Hal Penting yang Harus Dilakukan

Ilustrasi virus corona.
Sumber :
  • Freepik/pikisuperstar

VIVA – Angka kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia sempat menjadi yang paling tinggi di dunia. Penyebabnya adalah selain riwayat komorbid pada anak, kecukupan asupan gizi anak juga turut memengaruhi.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Dokter Spesialis Anak sekaligus Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Meta Herdiana Hanindita SpA(K), mengatakan, berdasarkan data per 14 Juli 2021, dari semua kelompok umur, anak-anak menempati 13 persen penderita COVID-19 dan 1,1 persen di antaranya meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang utama saat ini adalah menjaga imunitas dan daya tahan tubuh anak. Jangan sampai anak menjadi malnutrisi,” ujarnya saat Webinar Nasional yang digelar PP Muslimat NU dan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) baru-baru ini.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

“Kesalahan yang sering terjadi adalah orang tua beranggapan malnutrisi adalah kurang gizi, padahal overweight dan obesitas juga termasuk malnutrisi. Karena itu, kecukupan gizi anak saat ini menjadi penting," tambahnya.

Dijelaskan Meta, pada dasarnya tidak ada perbedaan kebutuhan gizi anak di masa pandemi maupun di luar masa pandemi. Sebab nutrisi di awal kehidupan sangat memengaruhi masa depan anak.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

"Hasil penelitian anak-anak yang malnutrisi akan menjadi pekerja kasar, sementara anak dengan cukup gizi akan menjadi pekerja kerah putih. Karena itu, kesalahan asupan gizi pada anak harus diperhatikan sedini mungkin," kata dia.

Meta mencontohkan, anak yang sudah terlanjur mengonsumsi kental manis, harus segera diganti susunya. Karena kandungan susu kental manis, nutrisinya tidak disesuaikan dengan kebutuhan bayi atau anak.

"Jadi harus segera ganti dengan susu yang kandungan protein tinggi, kandungan gula rendah dan memang susu yang dibutuhkan sesuai dengan tahapan perkembangan anak," pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, mengonsumsi makanan bergizi sangat penting untuk membangun kekebalan tubuh yang kuat agar terlindung dari infeksi virus, serta memberikan perlindungan ekstra pada anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, dalam upaya melindungi anak dari paparan virus corona, sekaligus mencegah stunting dan gizi buruk, yang perlu dilakukan adalah memastikan anak mengonsumsi makanan dan minuman yang sesuai dengan kebutuhan gizinya.

Selain itu, yang juga perlu diwaspadai adalah asupan gula garam lemak pada anak agar tidak berlebihan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut