Studi: Anak-anak Dapat Menjadi Penyebar COVID-19 dan Variannya 

Memakai masker
Memakai masker
Sumber :
  • Times of India

VIVA – Di banyak bagian dunia, anak-anak di bawah usia 18 tahun masih belum memiliki akses ke vaksin COVID-19. Tidak hanya membuat mereka lebih rentan terhadap virus, tetapi mereka juga berpotensi menjadi penyebar penyakit.

Dengan munculnya varian baru, virus SARs-COV-2 menjadi lebih merajalela dan lebih mematikan. Sama seperti orang dewasa, sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak membawa jumlah viral load yang sama dengan orang dewasa dan dengan tidak tersedianya vaksin untuk mereka, mereka lebih mungkin menularkan virus ke orang lain.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Infectious Diseases, tingkat virus yang tinggi sesuai dengan virus hidup yang menular, dan tingkat itu paling tinggi pada awal penyakit pada anak-anak yang bergejala dan tidak bergejala, demikian dikutip dari Times of India.

Penelitian ini dipimpin oleh tim dari Massachusetts General Hospital (MGH), Brigham and Women's Hospital, Ragon Institute, MIT dan Harvard. Mereka mempelajari 110 anak berusia dua minggu hingga 21 tahun yang dinyatakan positif Covid-19 di MGH atau klinik perawatan darurat.

Anak mencuci tangan
Photo :
  • Times of India

Anak mencuci tangan

Para peneliti tidak menemukan korelasi antara usia anak-anak dan jumlah viral load mereka. Yang meyakinkan, mereka juga menemukan bahwa viral load tidak memiliki korelasi dengan tingkat keparahan penyakit pada anak-anak itu sendiri, tetapi kekhawatiran tetap ada pada mereka dan orang-orang di sekitar mereka.

"Anak-anak dapat membawa virus dan menginfeksi orang lain," kata Lael Yonker, ahli paru anak di MGH.