Tips Mencegah Penyebaran Infeksi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Anak divaksin COVID-19 (foto ilustrasi).
Sumber :
  • Northwell Health

VIVA – Infeksi sangat umum terjadi pada anak kecil karena mereka sering melakukan kontak dekat dengan banyak anak lain, dan penyakit menular dapat menyebar dengan mudah dari orang ke orang. Setiap kali anak-anak bermain bersama, ada kemungkinan penyebaran infeksi.

img_title Virus Misterius Tewaskan Peneliti di Rusia, Akankah Bisa Jadi Wabah Baru?

Hal ini terutama berlaku di antara bayi dan balita yang cenderung menggunakan tangan mereka untuk menyeka hidung atau menggosok mata mereka dan kemudian memegang mainan atau menyentuh anak lain. Anak-anak yang sangat kecil juga cenderung memasukkan sesuatu ke dalam mulut mereka dan sering menyentuh wajah mereka, membuat infeksi lebih mungkin terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dr Nina Dwi Putri, SpA(K) dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), agar anak-anak tetap bisa bermain dan beaktivitas yang aman, orangtua dapat menerapkan beberapa tips pencegahan infeksi.
Berikut adalah anjuran bagi Orangtua untuk mencegah dan mengendalikan infeksi pada anak. 

img_title Flu Burung Pernah Mewabah di Indonesia, Begini Cara Pemerintah Menekan Penyebarannya

1. Melakukan vaksinasi / imunisasi

Anak divaksin COVID-19.

Photo :
  • ORF

img_title Stasiun LRT Disulap Jadi Panggung Kreativitas, Anak-anak Diajarkan Tampil Berani dan Percaya Diri

Imunisasi adalah cara paling efektif untuk melindungi anak-anak dari berbagai infeksi tertentu pada masa kanak-kanak. Selain itu imunisasi juga melindungi anak-anak yang terlalu muda untuk divaksinasi dan mereka yang memiliki kondisi medis yang menghalangi anak-anak untuk divaksinasi. Imunisasi juga menghentikan penyebaran infeksi di masyarakat dengan memberikan kekebalan kelompok.
 
2. Tetap berada di rumah saat sakit untuk mencegah penyebaran lebih lanjut

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika anak Anda sakit, apapun itu, baik batuk pilek, diare, demam, belekan, ruam-ruam, dan lain-lain walaupun ringan, mereka hendaknya tinggal di rumah, kecuali perlu berobat ke dokter. Hal ini membantu mencegah penularan penyakit. Selain itu anak-anak juga dapat beristirahat dengan baik sehingga pemulihannya bisa lebih cepat. Perlu diingat bahwa infeksi dapat menular beberapa hari sebelum gejala muncul dan sesudah gejala hilang. Pastikan anak sudah pulih baru beraktivitas Kembali.
 
3. Menghindari kerumunan, tempat yang terlalu ramai dan sirkulasi yang buruk

Ada beberapa penyakit yang gampang sekali ditularkan jika suasana terlalu padat dan sirkulasi udara buruk. Sehingga kalau jaman dahulu kita sering mendengar orangtua kita menyarakan supaya sebelum 40 hari anak jangan dibawa keluar rumah. Mungkin ini ada benarnya juga, karena bayi baru lahir biasanya daya tahan tubuhnya belum terlalu sempurna, sehingga jika dibawa ke keramaian seperti pasar dll, mudah sekali tertular penyakit
 
4. Menjaga kebersihan
 
Salah satu cara sederhana namun penting untuk membantu mencegah penyebaran infeksi adalah mencuci/membersihkan tangan. Cuci/Bersihkan tangan Anda sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, dan setelah menyentuh benda apa pun yang mungkin mengandung banyak kuman. Sejak dini, orangtua dapat mengajarkan anak untuk membersihkan tangan dengan sabun dan air atau dengan pembersih tangan berbasis alkohol.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut