Ramai Flu Tomat Serang Anak, Kenali Gejala dan Bahayanya

Anak demam
Anak demam
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Saat kasus COVID-19 mereda di Indonesia, anak-anak di India diintai penyakit infeksi virus yakni flu tomat. Dilaporkan media lokal India, lebih dari 80 kasus flu tomat ditemukan di Kollam Kerala, India. Seberapa berbahaya?

Dikutip dari Times of India, Semua kasus yang dikonfirmasi adalah anak-anak di bawah 5 tahun dan mereka telah dilaporkan dari rumah sakit pemerintah setempat. Sesuai laporan, jumlah kasus mungkin lebih tinggi jika kasus dari rumah sakit swasta dimasukkan. 

Departemen kesehatan negara bagian dilaporkan memantau situasi dengan cermat dan telah mengambil tindakan pencegahan di daerah-daerah di mana kasus telah dilaporkan. Pusat Anganwadi di daerah tersebut telah ditutup sementara pihak berwenang meluncurkan kampanye kesadaran di desa-desa.

Apa itu flu tomat?

Doa untuk anak sakit

Doa untuk anak sakit

Photo :
  • pixabay

Pada flu tomat, juga dikenal sebagai demam tomat, anak-anak mengalami demam yang tidak terdiagnosis. Masih diperdebatkan apakah Tomato Fever adalah demam virus atau efek samping dari chikungunya atau demam berdarah. 

Ada pun anak yang terinfeksi akan mengalami ruam, iritasi kulit dan dehidrasi. Hal ini menyebabkan lecet pada beberapa bagian tubuh. Bentuk lepuh umumnya berwarna merah, sehingga disebut flu tomat atau demam tomat.

Gejala

Kulit ruam dan luka

Kulit ruam dan luka

Photo :
  • U-Report

Gejala penyakit ini termasuk ruam dan iritasi kulit. Anak-anak yang terinfeksi penyakit ini mengalami kelelahan, nyeri sendi, demam tinggi, dan nyeri tubuh. Perubahan warna pada tangan, lutut, bokong adalah beberapa gejala lainnya. Anak-anak yang terinfeksi juga dapat mengalami kram perut, mual, muntah atau diare. Gejala lain termasuk batuk, bersin dan pilek

Penyebab

Penyebab penyakit masih belum diketahui. Petugas kesehatan masih menyelidiki penyebab utama Demam Tomat. Menurut laporan, di India hanya sebagian Kollam yang terkena flu tomat, tetapi pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa ini dapat menyebar ke wilayah lain jika tindakan tidak diambil tepat waktu.

Tindakan pencegahan

Orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter terdekat jika anak mereka menunjukkan salah satu gejala di atas. Anak-anak yang terinfeksi disarankan untuk tetap terhidrasi dengan minum banyak air murni. Lepuhan atau ruam tidak boleh digaruk dan kebersihan harus dijaga. Anggota keluarga dan teman harus menghindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Pasien harus istirahat yang cukup untuk menghindari efek demam yang berkepanjangan.