6 Anak Diduga Meninggal Dunia Terkait Hepatitis Akut Misterius

Ilustrasi hepatitis pada anak
Ilustrasi hepatitis pada anak
Sumber :
  • The Sun

VIVA – Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menuturkan bahwa hepatitis akut misterius diduga pada 14 anak. Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mencatat bahwa terdapat enam kematian terkait hepatitis non-etiologi itu.

"Jadi total kematian karena dugaan hepatitis akut itu enam," ujar dr. Syahril dalam keterangan persnya, dikutip Kamis 19 Mei 2022.

Ada pun kasus kematian tersebut dalam rentang usia paling muda dua bulan dan paling tua anak usia 8 tahun. Usia anak lainnya yang meninggal diduga terkait hepatitis akut tersebut antara lain 8 bulan, 9 bulan, 1 tahun, dan 14 bulan.

"Masih dirawat 4 orang. Sedangkan yang sudah dipulangkan karena sudah sembuh 4 orang," ujarnya.

Sementara itu, kelompok umur kasus terbanyak adalah di bawah 5 tahun ada tujuh kasus, 6 sampai 10 tahun ada dua kasus, dan 11-16 tahun ada lima kasus. Artinya, usia anak yang saat ini diduga paling rentan adalah 5 tahun karena kasusnya paling banyak.

"Nah kelompok umur terbanyak adalah di bawah 5 tahun 7 orang. Berarti 50 persen," kata dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sejumlah definisi kasus yang digunakan pada penyakit hepatitis, sesuai dengan istilah yang digunakan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menurutnya definisi kasus hepatitis tidak jauh berbeda dengan kasus COVID-19 yang saat itu menggunakan suspek, OTG sampai konfirmasi kasus.

Ilustrasi anak demam.

Ilustrasi anak demam.

Photo :
  • U-Report

“Sama dengan dulu kasus COVID-19, ada yang suspek, ada yang OTG, dan lain-lain sampai konfirmasi. Nah pada kasus hepatitis pun seperti itu,” ujar dr. Syahril.

Definisi kasus pertama adalah Confirmed. Saat ini belum ada yang disebut dengan konfirmasi positif oleh WHO karena sedang dalam penelitian.

Kedua Probable, yaitu hepatitis akut (virus non hepatitis A-E), yakni pada saat pemeriksaan laboratorium tidak ada hepatitis A sampai E, SGOT atau SGPT di atas 500 IU/L (internasional unit per liter), dan berusia di bawah 16 tahun.

“Untuk kasus ini, pasien tidak terdeteksi hepatitis maka dia salah satu dugaan hepatitis yang belum diketahui penyebabnya, namun hasil laboratorium SGOT atau SGPT di atas 500 IU/L,” tutur dr. Syahril.

Ketiga, Epi-Linked, yaitu hepatitis akut (virus non hepatitis A-E), terjadi di segala usia, dan kontak erat dengan kasus probable.

Keempat, Pending Classification, artinya sedang menunggu hasil pemeriksaan Lab untuk hepatitis A sampai E, tetapi pasien ini sudah tinggi SGOT maupun SGPT nya yakni di atas 500 IU/L, dengan usia di bawah 16 tahun.

Untuk kasus yang tidak tergolong ke dalam semua definisi kasus tersebut, lanjut Syahril, itu didefinisikan sebagai discarded.

Discarded itu tambah dari kita yaitu hepatitis akut (virus hepatitis A – E) yang terdeteksi, atau etiologi lain yang terdeteksi," kata dia