Ingat Moms, Anak Butuh Minum Ini Agar Imun Kuat

Ilustrasi anak minum susu
Sumber :
  • Pixabay/Candice_Rose

VIVA – Perkembangan pada si kecil tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua untuk terus memantaunya mulai dari usia bayi hingga memiliki berbagai kemampuan luar biasa. Kendati begitu, tak sedikit orang tua yang bingung memberikan nutrisi bagi buah hatinya agar mampu tumbuh dengan maksimal dan cemerlang.

img_title Pengakuannya Bikin Merinding! Detik-detik Anak Mutilasi Ayah Kandung di Brebes

Berbicara tentang pertumbuhan dan perkembangan pada anak, terdapat zat gizi makro khususnya protein yang berperan cukup penting di fase ini. Protein sendiri terdiri dari dua jenis yaitu protein nabati dan hewani. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guru Besar FKM UI Bidang Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH., menjelaskan protein terdiri atas senyawa kimia yang terdiri atas asam-asam amino yang fungsinya adalah membangun dan mengatur sel-sel tubuh. Tubuh memerlukan 20 jenis asam amino, dan 9 diantaranya adalah asam amino esensial yang didapat dari makanan. Makanan seperti apa? 

img_title Laporan UNICEF: Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 340 Anak di Gaza Sejak Gencatan Senjata

“Protein hewani memiliki asam amino lebih lengkap dibandingkan protein nabati. Susu adalah salah satu sumber protein hewani terbaik,” jawab Prof. Fikawati, dikutip dari keterangan pers Forum Ngobras.

Dampak kekurangan asam amino

img_title Bangun Kebiasaan Finansial Sejak Dini, Ini 5 Cara Mengenalkan Literasi Keuangan pada Anak

Casein, salah satu protein yang terkandung dalam susu merupakan sumber asam amino esensial.

Photo :

Asam amino esensial yang lebih lengkap inilah yang akan mendukung kerja hormonal di dalam tubuh, termasuk hormon pertumbuhan. Artinya pada anak yang kekurangan asupan asam amino esensial maka tubuhnya akan mengalami kekurangan hormon pertumbuhan. Inilah kemudian yang menyebabkan terganggunya regenerasi sel sehingga tubuh tidak tumbuh dengan baik, bahkan juga dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. 

“Akibatnya, massa otot tidak bertambah yang membuat anak susah berkembang atau bertumbuh. Lalu sering sakit karena sistem kekebalan tubuhnya lemah , juga dapat mengakibatkan stunting yang kemudian berpengaruh pada gangguan kognitif," tuturnya.

Adapun stunting menurut dr. Kurniawan Satria Denta M.Sc. SpA., adalah hasil dari asupan gizi yang tidak adekuat dalam waktu lama atau kondisi status gizi buruk yang dibiarkan dalam waktu lama. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau gizi buruk biasanya badannya tidak bertambah, tetap jika sudah stunting tinggi badannya pun berpenngaruh,” kata dia. 

Pada anak yang sudah mengalami stunting maka akan lebih sulit untuk dipulihkan daripada gangguan status gizi atau pertumbuhan lainnya. “Selain pendek, kerusakan akibat stunting sudah sampai ke otak. Dan hal sulit dipulihkan lagi!” tegas dr. Kurniawan yang berpraktek di RS Mayapada, Jakarta, ini. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut