Tips Psikolog Jadi Smart Mom di Dunia Modern

Ilustrasi ibu dan anak/parenting.
Sumber :
  • Freepik/bristekjegor

VIVA Parenting – Semua ibu tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Untuk itu, menjadi Smart Mom di dunia modern sudah menjadi keharusan, di antaranya piawai memillih dan memilah informasi secara efisien agar dapat memberikan yang terbaik untuk buah hati, juga keluarga.

img_title 7 Tips Buat Para Ibu Biar Lebih Nyaman saat Pumping ASI

Disampaikan Psikolog Saskhya Aulia Prima, M.Psi, menjadi Smart Mom di masa kini memang kompleks dan lebih menantang. “Untuk terus menjadi ibu yang lebih baik, Moms harus berpikir jernih agar dapat fokus memilah informasi terbaik yang cocok sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi ibu dan anak/parenting/anak bermain.

Photo :
  • Freepik/gpointstudio

img_title Gaya Parenting Syahrini yang Bisa Ditiru Para Ibu, Batasi Screen Time hingga Tegas pada Anak

Istilah Smart Mom (ibu pintar) banyak digunakan untuk menyebut sosok ibu masa kini yang aktif mencari informasi seputar parenting dan tumbuh kembang anak. Seiring membanjirnya informasi digital, Smart Mom menjadi istilah bagi para ibu yang pandai memilah jutaan informasi di genggaman demi efisiensi tugas sebagai ibu sehari-hari.

Tak dipungkiri, sejak awal kehamilan, serbuan informasi sudah hadir, mulai dari lingkungan sekitar hingga dunia digital, termasuk media sosial. “Hal inilah yang mendorong para ibu agar pintar dan bijak dalam menyaring informasi, sehingga apapun pilihannya tetap menjadi acuan untuk menjalankan tugas ibu lebih efisien,” ujar Saskhya.

img_title Psikolog Peringati Sarwendah Usai Unggah Rekaman Video Call Ruben Onsu, Singgung Soal Anak: Jadi Hati-hati

Saat harus memilih di antara begitu banyak pilihan, pengambilan keputusan biasanya melibatkan campuran intuisi dan pemikiran rasional; faktor kritis, termasuk bias pribadi yang kerap tidak disadari sehingga membuat pengambilan keputusan sulit dilakukan.

Ada sejumlah faktor yang membatasi kemampuan untuk membuat keputusan yang baik termasuk informasi yang hilang atau tidak lengkap, tenggat waktu yang mendesak, dan sumber daya fisik atau emosional yang terbatas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kabar baiknya, ada langkah-langkah untuk memastikan bahwa orang membuat pilihan yang sangat baik secara konsisten, termasuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, mempertimbangkan semua alternatif yang mungkin, dan meluangkan waktu untuk mengambil keputusan yang dirasa lebih berat,” ujar Saskhya.

Ditambahkan psikolog dari Tiga Generasi, guna memilih dan memilah informasi, para ibu dituntut untuk berpikir jernih. “Karena hanya dengan kejernihan pikiran inilah tugas sebagai seorang ibu untuk menjaga dan mencintai keluarga akan tercapai dengan lebih mudah dan efisien,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut