KPAI: Stop Sebarkan Video Penganiayaan

Komisioner KPAI Retno Listyarti.
Sumber :
  • VIVAnews/Suparjo Ramalan

VIVA Parenting – Seorang Bos Perusahaan Swasta berinisial RIS tega aniaya anak kandungnya sendiri lantaran tidak mau sekolah dan memilih bermain game. Penganiayaan ini  terjadi di Apartement Signature, Jalan Letjen MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan.

img_title Tak Perlu Aplikasi Tambahan, HP Kini Bisa Edit Foto, Hapus Objek, hingga Bikin Video Otomatis

Namun, dalam hal tersebut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengecam sejumlah orang yang dengan sengaja menyebar video penganiayaan. Ia meminta agar sejumlah orang untuk berhenti menyebar luaskan video yang menampilkan kekerasan sang ayah kepada anaknya sendiri. Pasalnya, saat ini kasusnya telah ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komisioner KPAI Retno Listyarti

Photo :
  • VIVA/Syaefullah

img_title Tak Diberi Pinjaman Rp100 Juta, Seorang Keponakan Tega Aniaya WN Korsel di Tangerang

"Karena polisi sudah turun tangan, maka saya kepada masyarakat yang mendapat kiriman video tersebut untuk tidak membagikan ulang kiriman tersebut, Stop di anda atau kita, karena jika anak-anak lainnya melihat video kekerasan berpotensi berdampak psikis pada anak," kata Retno dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis 22 Desember 2022.

Tak hanya itu, Retno meminta kepada polisi untuk mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Ia mengingatkan atas pasal 76C Jo 80 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, Jo 44 UU RI No 23 Tahun 2004 dan Jo pasal 335 KUHP mengenai penghapusan KDRT. 

img_title 18 Orang Jadi Tersangka Kasus ABK Diinjak Hingga Dipukuli, Polisi Beri Sinyal Tersangka TPPO Menyusul

"Dalam UU PA, Pidana ditambah sepertiga dalam ketentuan UU Perlindungan Anak jika pelaku kekerasan terjadap adalah orang terdekat korban, seperti orangtua, guru, dan lain-lain," ucap dia.

Kemudian, Retno berharap orang tua agar tidak lagi melakukan tindak kekerasan dalam mendidik atau mendisiplinkan anaknya.

"Sekalipun anak tersebut dianggap bandel atau nakal," beber Retno.

"Masih banyak cara-cara lain dalam mendidik anak dengan melakukan pengasuhan yang positif, tanpa kekerasan sehingga tidak merusak fisik dan psikis anak sehingga tumbuh kembangnya menjadi optimal," tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Irwandhy mengatakan, motif pelaku yang merupakan bos perusahaan swasta berinisial RIS tersebut memukul anaknya dengan tangannya, lantaran emosi melihat anaknya yang terus bermain game online saat sekolah daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Anaknya yang kemudian marah saat ditegur baik-baik malah berusaha memukul ayahnya, kejadian di Apartemen Signature, Jalan Letjen MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut