Peran MPASI dalam Cegah Stunting, Perhatikan Gizi Ini

Ilustrasi MPASI/parenting.
Sumber :
  • Freepik/cookie_studio

VIVA Lifestyle – Indonesia akan menghadapi bonus demosgrafi dikenal sebagai Generasi Emas 2045. Namun sayangnya, Indonesia masih belum lepas dari masalah malnutrisi seperti stunting, wasting, dan underweight.

img_title Bima Arya Minta Kepala Daerah Tak Kejar Pertumbuhan Ekonomi Saja, Lingkungan Jangan Dikorbankan

Belum lagi dengan masalah malnutrisi tipe lain yaitu gizi berlebih atau obesitas. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022, sebanyak 21,6 persen Balita, atau 1 dari 5 anak mengalami stunting, sementara 7,7 persen Balita, atau 1 dari 12 anak mengalami wasting.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut, Dokter Spesialis Anak yang ahli dalam bidang Tumbuh Kembang Sosial, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan program 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Yaitu upaya untuk menjaga kesehatan dan gizi seorang anak sejak dalam kandungan sampai berusia dua tahun, karena periode ini merupakan periode paling penting dan krusial dalam perkembangan seorang anak hingga dewasa.

img_title Bukan Cuma Telur dan Ikan, Bekicot Kini Dilirik untuk Cegah Stunting

Ilustrasi balita.

Photo :
  • Freepik/rawpixel.com

Seringkali seorang anak belum akan mengalami kondisi wasting atau stunting pada usia 6 bulan pertama kehidupan karena kebutuhan nutrisinya masih mudah dipenuhi dengan pemberian ASI. Akan tetapi, pada usia 6 bulan saat anak mulai dikenalkan dengan MPASI, seringkali kenaikan berat badan dan tinggi badan seorang anak menjadi tidak optimal.

img_title BKKBN Dan Astra Pede Angka Stunting Bisa Berkurang Berkat Program Genting

"Baiknya sejak pemberian MPASI, ibu sudah mulai mengenalkan anak dengan beraneka ragam makanan dan rasa, karena akan mempengaruhi selera makan anak hingga dewasa nanti," katanya dalam keterangan tertulis.

Kandungan gizi MPASI yang baik harus mencukupi zat gizi makro dan mikro. MPASI harus memiliki kandungan karbohidrat, lemak dan protein, terutama protein hewani yang tinggi zat besi.  Zat besi adalah salah satu  elemen kunci dalam optimalisasi periode 1.000 HPK, termasuk untuk pencegahan stunting.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini sebagai upaya untuk memudahkan dan memenuhi kebutuhan MPASI bayi, sudah banyak produk MPASI fortifikasi. MPASI fortifikasi adalah produk MPASI yang sudah diberikan penambahan nutrisi zat gizi makro dan mikro sesuai dengan rekomendasi dari CODEX milik FAO dan WHO.

Sebuah studi mengungkapkan bahwa bayi yang mengonsumsi MPASI homemade menunjukkan kadar hemoglobin, serum feritin, dan zat besi serum yang lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan MPASI fortifikasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut