Perempuan, Kunci Kesehatan Jiwa Keluarga

Ilustrasi Keluarga
Sumber :
  • Pixabay/ myphotojourneys

Nila Moeloek mengingatkan, pendidikan pada anak dimulai sejak masa kehamilan, juga saat memberikan air susu ibu.  Saat menyusui, seorang ibu harus mengelus kepala anaknya, memberikan kasih sayangnya, jangan sampai anak mengalami kekerasan baik pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) hingga menginjak remaja. Masa itu sangat penting bagi anak-anak. 

img_title Sulit Tidur Nyenyak? Ini 3 Faktor yang Lebih Sering Dialami Perempuan Dibandingkan Laki-laki

“Pendidikan yang disertai dengan kekerasan akan membekas pada diri anak-anak yang akan mempengaruhi kesehatan mentalnya di kemudian hari,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan itu Nila Moeloek juga mengingatkan syair lagu kebangsaan Indonesia yang menyebut “Bangunlah jiwanya, bangunlah badanya…” Syair itu bisa diartikan sebagai ajakan agar jiwa dan raga bangun dan bangkit untuk Indonesia Raya tetapi juga berarti pembangunan sumber daya manusia bukan hanya badan secara fisik tetapi juga jiwa.

img_title Tumbuh dalam Keluarga Serba Pas-pasan, 6 Barang Ini Sulit Dibuang Meski Sudah Usang

Berkenaan dengan peran perempuan dalam memelihara kesehaan jiwa, Tjhin Wiguna mengatakan, tanpa perempuan, tanpa seorang ibu tidak akan ada orang-orang hebat. Ia menjadikan dirinya sendiri sebagai contoh. Karir yang ia tempuh tidak akan berhasil bila tidak ada ibu yang melahirkan, merawat, dan mendidik dirinya 

Ilustrasi pedagang UMKM

UMKM Perempuan Daerah Bisa Tembus Pasar Lebih Luas, Ini yang Perlu Diperkuat

Pengusaha UMKM perempuan daerah memiliki peluang memperluas pasar. Penguatan kapasitas bisnis, akses pemasaran, dan jaringan usaha menjadi faktor penting untuk ekspansi.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut