Perempuan, Kunci Kesehatan Jiwa Keluarga
- Pixabay/ myphotojourneys
Nila Moeloek mengingatkan, pendidikan pada anak dimulai sejak masa kehamilan, juga saat memberikan air susu ibu. Saat menyusui, seorang ibu harus mengelus kepala anaknya, memberikan kasih sayangnya, jangan sampai anak mengalami kekerasan baik pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) hingga menginjak remaja. Masa itu sangat penting bagi anak-anak.
“Pendidikan yang disertai dengan kekerasan akan membekas pada diri anak-anak yang akan mempengaruhi kesehatan mentalnya di kemudian hari,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Nila Moeloek juga mengingatkan syair lagu kebangsaan Indonesia yang menyebut “Bangunlah jiwanya, bangunlah badanya…” Syair itu bisa diartikan sebagai ajakan agar jiwa dan raga bangun dan bangkit untuk Indonesia Raya tetapi juga berarti pembangunan sumber daya manusia bukan hanya badan secara fisik tetapi juga jiwa.
Berkenaan dengan peran perempuan dalam memelihara kesehaan jiwa, Tjhin Wiguna mengatakan, tanpa perempuan, tanpa seorang ibu tidak akan ada orang-orang hebat. Ia menjadikan dirinya sendiri sebagai contoh. Karir yang ia tempuh tidak akan berhasil bila tidak ada ibu yang melahirkan, merawat, dan mendidik dirinya