Batuk Pilek Pada Anak, Apa yang Harus Diwaspadai?

Anak batuk
Sumber :
  • times of india

JAKARTA  – Penyakit batuk pilek atau biasa disebut selesma seringkali terjadi pada anak. Batuk merupakan reaksi spontan pada tubuh yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh bertujuan untuk mengeluarkan dahak atau lendir yang berlebih pada saluran pernapasan.

img_title Miris! Anak Usia 9 dan 13 Tahun di Karawang Aniaya Balita, Begini Perlakuan Sadisnya

Namun, rupanya terdapat faktor ataupun penyebab batuk pilek bisa dialami oleh anak. Faktor tersebut terbagi menjadi 3 macam, yakni kuman penyakit, iritasi mekanis atau kimia dan alergi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anak batuk

Photo :
  • times of india

img_title Dampak Mengerikan Asap Karhutla, Kemenkes Catat 62.400 Kasus ISPA pada Balita

Kuman bisa ditemui dimana saja pada tempat atau benda yang kotor, hal ini bisa membuat anak terjangkit pilek dan batuk karena adanya virus, bakteri hingga jamur yang menempel. Tentu saja permasalahan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja jika batuk pilek pada anak terjadi dalam waktu yang berkepanjangan.

Namun, ada kalanya jika batuk pilek pada anak tidak perlu diobati jika mereka berusia 1 hingga 5 tahun, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dibarengi dengan konsumsi makanan maupun minuman bergizi baik.

img_title Bayi Alena Meninggal Usai Diduga Diberi Telur Mentah, Emil Dardak Ungkap Penyebab yang Diketahui Sejauh Ini

Menurut Dr. Rina Triasih, M.Med (Paed), Ph.D, Sp.A(K) selaku Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI melalui seminar media bertajuk ‘Batu Pilek Pada Anak, Apa yang Harus Diwaspadai?’ mengatakan bahwa orang tua tidak perlu panik jika terjadi batuk pilek pada anak.

“Orang tua tidak perlu panik, Covid-19 mengajari kita untuk tidak panik saat penyakit timbul. Untuk itu, kita harus diimunisasi untuk menjaga daya tahan tubuh,” ujarnya.

Sistem pernapasan atau dikenal dengan sistem respirasi ini adalah proses yang terjadi ketika tubuh mendapatkan oksigen dari udara dan mengeluarkan karbon dioksida keluar dari dalam tubuh. Respirasi juga membantu dalam menyaring, menghangatkan, serta melembabkan udara yang masuk ke dalam sistem pernapasan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka dari itu, Dr. Rina Triasih menyebutkan bahwa orang tua harus memahami bahwa saluran pernapasan bisa terjadi macam gangguan, seperti batuk, pilek hingga sesak nafas.

Orang tua juga harus waspada jika batuk pilek pada anak disertai dengan sesak nafas atau disebut pneumonia. Hal yang menjadi penyebab bahwa anak terjangkit pneumonia adalah apabila anak mengalami batuk dari 3 hari sampai 5 hari lamanya. Penyebab lainnya tanda anak mengalami pneumonia adalah adanya penarikan nafas cepat dan tarikan dinding dada ke dalam, jika terjadi sesak napas terdapat cekungan di bagian dinding dada bawah. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut