Bahaya Fatherless Bagi Anak, Rentan Terjebak Toxic Relationship

Ilustrasi ayah dan anak
Sumber :
  • Pixabay/jackyluphs

VIVA – Anak yang tumbuh tanpa kehadiran seorang ayah dalam keluarga atau fatherless rentan terjebak dalam toxic relationship. Di Indonesia, fatherless ini sangat tinggi. Secara fisik memang anak-anak memiliki ayah. Namun secara ikatan, anak tidak merasakan adanya sosok ayah dalam perkembangannya.

img_title Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Bacakan Teks Sumpah Pemuda

Psikolog dan staf pengajar di Laboratorium Life-span Development, Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Indonesia (UI),  Ike Anggraika mengatakan, negara perlu membuat kebijakan yang mendukung keluarga. Kebijakan cuti mendampingi istri melahirkan adalah hal yang baik dan sangat bermanfaat bagi keluarga. Kebijakan ini mendukung keluarga dapat membantu menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini termasuk dukungan untuk cuti bagi ayah dan fleksibilitas jam kerja. Negara juga dapat memperkuat program pendidikan yang menyoroti pentingnya peran ayah dalam kehidupan anak-anak. Ini dapat mencakup kampanye kesadaran, seminar, dan program pendidikan yang ditujukan untuk ayah tentang pentingnya keterlibatan aktif dalam pendidikan dan pengasuhan anak-anak mereka,” kata Ike, Kamis, 21 Maret 2024

img_title Bunuh Istri Siri dan Anak Lalu Mayatnya Dibakar dan Digiling, Dwi Bagus Ternyata Terinspirasi Film

Anak-anak fatherless mungkin memiliki ayah, tetapi karena beberapa jenis pekerjaan membuat para ayah harus meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama. Beberapa jenis pekerjaan yang mengharuskan ayah bekerja jauh dari rumah, di antaranya pekerja migran, pekerja sektor transportasi/pelayaran, pekerja kontrak/proyek yang harus tinggal di lokasi proyek untuk periode tertentu, dan pekerja sektor informal, seperti buruh bangunan, tukang becak, dan lain-lain.

Ilustrasi ibu, ayah dan anak

Photo :
  • Dokumentasi Blueband

img_title Usai Habisi Istri Siri dan Anak di Madiun Secara Keji, Begini Pengakuan Dwi Bagus

“Fatherless lebih banyak berkaitan dengan pekerjaan ayah yang jauh dari rumah sehingga hal utama yang perlu dilakukan oleh negara adalah membuka lebih banyak peluang untuk pekerjaan yang stabil dan layak bagi ayah, termasuk menggalakkan pelatihan dan pengembangan keterampilan serta akses yang lebih baik ke pekerjaan formal,” ujarnya.

Selain karena jenis pekerjaan ayah yang harus meninggalkan keluarga cukup lama, anak juga bisa tidak memiliki ayah karena ayahnya meninggal dunia. Ayahnya tidak hadir secara fisik atau emosional dalam mengasuh dan membesarkan anak, atau ayah tidak pernah ada dalam kehidupan anak sama sekali. Dalam beberapa kasus, terdapat ayah biologis yang meninggalkan, menelantarkan, atau tidak mengakui anaknya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut