Kenali Kelainan Kulit yang Sering Terjadi pada Bayi
- VIVA.co.id/Natania Longdong
"Pada bayi dengan dermatitis atopi, penting untuk menghindari keringat berlebih karena dapat memicu lesi baru pada kulit." ujar dr.Triana lagi.
Cara Perawatannya Hindari penggunaan air panas saat mandi dan pilih sabun berpelembap. Gunakan losion atau krim pelembap segera setelah mandi untuk menjaga kelembapan kulit. Jika gatal atau kemerahan tetap ada, konsultasikan dengan dokter.
Infeksi Kulit
Infeksi kulit pada bayi biasanya disebabkan oleh bakteri yang mengakibatkan kondisi seperti bisul (benjolan kemerahan yang nyeri) dan impetigo (lepuh berisi cairan atau keropeng kuning).
Cara Perawatannya, jaga kebersihan bayi dengan memandikannya setiap hari. Jangan memencet bisul atau mengelupas keropeng. Pastikan tangan orang yang merawat bayi selalu bersih. Jika terdapat tanda-tanda infeksi yang memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.
Dermatitis Popok
Dermatitis popok adalah jenis iritasi kulit yang terjadi pada area yang tertutup popok, biasanya pada usia 3 minggu hingga 2 tahun, dengan puncaknya pada usia 6 bulan. Iritasi ini ditandai oleh bercak kemerahan yang tampak berkilat dan terkadang disertai sisik atau bintil kemerahan.
Cara Perawatannya untuk mencegah dermatitis popok, ganti popok bayi sesering mungkin, terutama setiap 3-4 jam. Bersihkan dengan lembut setiap kali mengganti popok dan gunakan krim penghalang (barrier cream) sebelum mengenakan popok baru. Hindari penggunaan bedak untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Tips Perawatan untuk Beberapa Gangguan Kulit
Biang Keringat: Pastikan lingkungan sejuk, pilih pakaian yang menyerap keringat, dan ventilasi ruangan yang baik. Cradle Cap: Cukup gunakan sampo bayi atau minyak bayi untuk membantu membersihkan kerak secara lembut. Dermatitis Atopi: Hindari air panas dan kontak dengan bahan iritan. Segera aplikasikan pelembap setelah mandi untuk menjaga kelembapan kulit.