Efek Negatif Manjakan Anak Sakit

Infeksi Saluran Pernapasan Atas atau ISPA kerap kali diderita anak-anak.
Sumber :
  • Pixabay/unsplash

VIVA.co.id – Setiap orangtua pasti merasa syok bahkan sedih ketika anaknya divonis dengan penyakit mematikan. Tak jarang para orangtua langsung memberikan upaya yang terbaik untuk sang buah hati, dengan harapan bisa segera sembuh. Tak jarang pula para orangtua, menjadi sangat kasihan pada buah hatinya, hingga seringkali memberikan kasih sayang yang berlebihan dan selalu memanjakan.

img_title Jangan Sampai Anak Sakit Jelang Lebaran, Intip Jurus Jitu Jaga Si Kecil Tetap Sehat di Musim Pancaroba

Tapi tahukah Anda, memanjakan anak saat mereka sedang sakit, apapun sakitnya, atau dalam situasi apapun, seperti karena orangtua sibuk bekerja, kemudian di akhir pekan menghabiskan waktu seharian untuk anak bukanlah tindakan yang bisa dibenarkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlebih jika hal tersebut dilakukan melebihi kemampuan. Mungkin orangtua berpikir dengan memberikan yang terbaik, apapun yang diminta oleh anak adalah bentuk kasih sayang mereka pada anak, padahal hal tersebut merupakan upaya menebus kesalahan, penyesalan pada anak.

img_title Alyssa Soebandono dan Dude Harlino Akhirnya Pamer Wajah Cantik Anak Ketiga

"Bukan menjadi alasan untuk mengasihani atau manjakan anak, tapi kasih tahu beban kesulitan yang akan dihadapi," kata Psikolog anak, Astrid Wen saat ditemui di Kebayoran Baru,  Jakarta Selatan, Jumat, 17 Februari 2017.

Menurutnya, memanjakan anak secara berlebihan justru berarti menganggap anak sebagai korban. Anak akan mendapat kesan bahwa mereka tidak disayang dengan tulus.

img_title Aisyahrani Ungkap Kecantikan Anak Pertama Syahrini dan Reino Barack

"Memanjakan dianggap kasih sayang pada anak. Tapi biasanya ada kelemahan, memanjakan anak berarti menganggap anak kita korban. Yang tadinya berharap anak berpikir positif, kuat, jadinya anak enggak mendapat kesan disayang dengan tulus," ujarnya menjelaskan.

Astrid pun memberikan contoh tentang hal ini. "Sama seperti sibuk bekerja, lalu weekend manjain anak. Itu rasa bersalah kita. Kalau memang anak mau mainan, kita bisa (sesuai kemampuan) kita tulus untuk menyenangkan anak, berikan. Tapi kalau anak enggak butuh, rewel (saat minta), mungkin berontak, itu yang perlu kita cek. Berikan kasih sayang yang lebih menyentuh hati anak, sebenarnya dan sewajarnya."

Ilustrasi anak sakit.

Bukan Cuma Obat, Ternyata Ini Faktor Penting yang Bikin Anak Sakit Cepat Pulih

Proses penyembuhan anak yang tengah menjalani pengobatan serius ternyata tidak hanya bergantung pada obat, tindakan medis, atau fasilitas rumah sakit. Dukungan emosional.

img_title
VIVA.co.id
28 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut