Menyoal Istilah Supermom

Ilustrasi Supermom
Sumber :
  • pixabay/freeimages

Psikolog Anak Annelia Sari Sani, menyarankan untuk tidak memaksakan diri di luar kemampuan menjadi supermom.

img_title Heboh! Mayat Wanita Terikat Lakban Ditemukan di Kontrakan Padang

"Lingkungan tidak menuntut kita jadi superwoman, tapi kita sendiri yang menuntut diri kita jadi superwoman. Kita harus bikin prioritas, kalau kita dipekerjakan karena kompetensi tertentu, kerjakanlah apa yang menjadi kompetensi kita. Jangan mengerjakan di luar kompetensi kita," ujarnya saat ditemui VIVA.co.id.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terutama para ibu bekerja, kata Annelia, harus mempertanyakan lagi tujuannya bekerja.

img_title Hari Berat Persib di Semarang, Igor Tolic Kehilangan Tiga Poin dan Seorang Bobotoh

"Kita bekerja untuk siapa? Buat anak, keluarga, untuk pengembangan pribadi. Kalau buat anak, tapi dalam prosesnya kita mengabaikan si anak, apa gunanya? Sehingga orangtua kalau mau punya anak harus mau capek, harus mau berkorban," ujarnya.

Perempuan dulu dan sekarang

img_title Eisenkot Ditunjuk Bentuk Pemerintahan Baru Israel, Netanyahu Otomatis Lengser?

Jika ditarik garis ke belakang, ada perbedaan mencolok mengenai konsep dan peran ibu dalam masyarakat. Dulu kaum ibu hanya mengurusi masalah rumah tangga saja, daripada terjun dalam masyarakat (bekerja).

Sigit Rochadi, Sosiolog Universitas Nasional (UNAS) menggambarkan bahwa kondisi tersebut terjadi salah satunya akibat perkembangan ekonomi.

"Ketika ekonomi didominasi sektor pertanian, umumnya perempuan bekerja di rumah (domestik). Semua pekerjaan rumah menjadi tanggung jawab perempuan, ada konsep 3 ur (dapur – memasak, sumur – mencuci, kasur – menjalankan tugas sebagai istri)," ujarnya kepada VIVA.co.id.

Namun seiring  berkembangnya perekonomian dan industri, banyak perempuan yang bekerja pada sektor ini, sehingga memunculkan konsep wanita karier di sektor industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semakin banyak perempuan yang mampu mengembangkan potensinya. Posisi perempuan tidak sepenuhnya subordinat laki-laki. Perempuan memiliki keberanian menuntut hak-haknya. Ada gerakan perempuan yang memperjuangkan hak-hak perempuan di masyarakat."  
 
Konsep superwoman muncul ketika perekonomian bergeser ke sektor jasa yang ramah terhadap perempuan seperti perbankan, perkreditan, guru, pengacara dan sebagainya, konsep wanita karier sudah jarang digunakan. Berkat perjuangan perempuan, banyak perempuan yang memiliki pendapatan besar dan memberi konstribusi terhadap ekonomi rumah tangga.

"Karier perempuan dan pendapatannya mendorongnya menjadi perempuan mandiri yang mampu membiayai ekonomi rumah tangga. Sebagai padanannya, jika perempuan karier sukses berperan sebagai ibu dan punya konstribusi besar dalam rumah tangga, khususnya mengambil keputusan-keputusan penting di rumah tangga, maka mereka juga mendapat predikat supermom."

Ria Ricis

Terpopuler: Kata Ria Ricis Dikecam Artis Soal Karhutla KidZania, Atta Halilintar Buka Suara Tentang Curhatan Ameena

Pembelaan Ria Ricis usai menyebut karhutla sebagai KidZania hingga mendapat kecaman artis, mendapat banyak perhatian pembaca. Berita ini langsung melejit di terpopuler.

img_title
VIVA.co.id
9 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut