Gerakan Sadar Wisata Cegah Kasus Eksploitasi Anak

Ilustrasi anak perempuan
Sumber :
  • Pixabay/Greyer baby

VIVA – Pesona Indonesia, ternyata membius wisatawan asing. Program pemerintah untuk memajukan industri wisata, guna meningkatkan pemasukan devisa kini membuahkan hasil. 

img_title KM Yukai Tabrak Karang dan Tenggelam di Labuan Bajo, 13 Wisatawan Selamat

Sepanjang 2017, tercatat bahwa pemerintah telah berhasil mendatangkan 10,4 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia. Berdasarkan data tersebut naik 24 persen dibandingkan 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, di balik keberhasilan itu ada dampak negatif. Imbas wisatawan asing terjadi dalam hal perlindungan anak, terutama munculnya kekerasan dan eksploitasi seksual. 

img_title Eks Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Aniaya Siswa, Polda Jatim Cari Korban Lain

Melihat adanya kenyataan tersebut, Kementerian Pariwisata pun telah melakukan beragam upaya. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menginisiasi gerakan sadar wisata yang isinya mengenai informasi seputar munculnya potensi eksploitasi anak di kawasan wisata.

"Kami sudah melakukan sosialisasi gerakan sadar wisata di 68 lokasi di 10 destinasi prioritas, destinasi branding dan tiga pintu masuk utama (Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau)," ungkap Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Oneng Setya Haryani kepada VIVA di Jakarta.

img_title Tak Lagi Mati Gaya di Udara, Wi-Fi Satelit Mulai Dibawa ke Dalam Pesawat

Lebih lanjut, kata dia sosialisasi yang dilakukan pun menyasar pada penekanan terhadap pentingnya pencegahan HIV, AIDS dan penyalahgunaan narkoba. 

"Kami sosialiasikan berupa stiker yang bertuliskan imbauan penolakan mengenai kekerasan anak. Stiker tersebut dibagikan kepada pelaku usaha wisata, masyarakat sampai hingga pemilik warung dengan harapan agar kita bisa bantu untuk pencegahan," ujarnya. (asp)

Ilustrasi kekerasan seksual.

Eks Kepala Sekolah SMPN 18 Malang Lakukan Kekerasan ke 8 Siswa, Dipicu Hal Sepele

Polres Malang Kota, memeriksa delapan pelajar SMP Negeri 18 di kota itu yang diduga menjadi korban kekerasan oleh mantan kepala sekolah tersebut, berinisial MAH.

img_title
VIVA.co.id
28 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut