Bukan Cuma 'Lalaki Langit Lalanang Bejad', Ini Deretan Lagu Indonesia yang Pernah Tuai Kontroversi karena Liriknya

Bupati Purwakarta Om Zein
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, VIVA – Tidak sedikit lagu di Indonesia yang pernah menjadi perdebatan publik karena lirik maupun pesan yang disampaikan. Ada yang dikritik karena dianggap menyinggung institusi tertentu, menggunakan nama tokoh sejarah, hingga dinilai membawa narasi yang sensitif terhadap kelompok tertentu. 

img_title Masih Ingat Lagu-Lagu D’Masiv? 10 Tembang Hits Ini Bikin Pendengar Bernostalgia

Terbaru, lagu berjudul "Lalaki Langit Lalanang Bejad" yang diperkenalkan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein ikut menambah daftar karya musik yang menuai polemik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum lagu tersebut ramai diperbincangkan, publik juga sempat dihebohkan dengan sejumlah lagu lain yang juga kontroversial. Lagu-lagu tersebut menjadi sorotan dengan alasan yang berbeda-beda, mulai dari kritik sosial, penggunaan tokoh sejarah, hingga latar belakang historis lagu.

img_title Lagu “Lu Kenal Veronica Ko” Bergema di Istana dalam HUT ke-81 RI, Liriknya Diubah Jadi Lebih Nasionalis

Kontroversi yang mengiringi lagu-lagu tersebut menunjukkan bahwa karya musik tidak hanya dinilai dari sisi hiburan, tetapi juga dari pesan yang ditangkap oleh masyarakat. Berikut deretan lagu yang sempat menjadi perbincangan luas di masyarakat. 

1. Bayar Bayar Bayar - Sukatani

img_title Rayakan Kemerdekaan! 24 Lagu Bertemakan Indonesia dari yang Jadul sampai Terbaru, Ada Cokelat hingga Alffy Rev

Lagu "Bayar Bayar Bayar" milik band punk Sukatani menjadi viral karena liriknya yang berisi kritik sosial terhadap berbagai praktik pungutan yang dianggap sering ditemui masyarakat.

Lagu tersebut ramai dibahas di media sosial karena dinilai berani menyampaikan keresahan publik secara langsung. Sebagian masyarakat menganggapnya sebagai bentuk kebebasan berekspresi sekaligus kritik terhadap pelayanan publik.

Namun, di sisi lain, lirik lagu itu juga menuai kontroversi karena dianggap terlalu keras dalam menyampaikan kritik sehingga memicu beragam tanggapan dari berbagai kalangan.

2. Joko Tingkir Ngombe Dawet - Farel Prayoga

Lagu berbahasa Jawa yang dipopulerkan Farel Prayoga ini sempat menjadi fenomena nasional setelah viral di berbagai media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, lagu tersebut juga memunculkan polemik. Sejumlah tokoh budaya dan ulama menilai penggunaan nama Joko Tingkir, yang dikenal sebagai Sultan Hadiwijaya dalam sejarah Kerajaan Pajang, kurang tepat jika dijadikan bagian dari lagu hiburan.

Perdebatan pun muncul. Ada yang menilai lagu tersebut hanyalah karya seni tanpa maksud merendahkan tokoh sejarah, sementara pihak lain berharap nama tokoh bersejarah lebih dihormati dalam karya populer.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut