Bukan karena Pelet, Pesulap Merah Bongkar Alasan Psikologis YTR Bertahan dengan Taufik Hidayat Meski Disiksa

Pesulap Merah
Sumber :
  • Instagram @marcelradhival1

Jakarta, VIVA – Kasus penganiayaan yang dialami YTR masih menyita perhatian publik. Perempuan yang menjadi korban penyekapan dan penyiksaan oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, itu ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan. Tubuhnya dipenuhi luka, sementara wajah hingga kepalanya mengalami cedera berat akibat kekerasan yang diduga berlangsung selama bertahun-tahun.

img_title Momen Sarwendah Telepon Pesulap Merah Klarifikasi Isu Pesugihan Gunung Kawi

Di balik kasus tersebut, muncul satu pertanyaan yang terus ramai diperbincangkan masyarakat. Banyak yang heran mengapa YTR tetap bertahan bersama pelaku selama sekitar dua hingga tiga tahun, padahal ia mengalami kekerasan fisik dan psikis yang sangat berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak sedikit pula yang menduga Yuvita berada di bawah pengaruh pelet atau ilmu gaib sehingga tidak mampu meninggalkan pelaku.

img_title Ingat Simon Santoso? Tunggal Putra Indonesia yang Pernah Rajai Bulu Tangkis Dunia Setelah Taufik Hidayat

Menanggapi anggapan tersebut, Pesulap Merah memberikan penjelasan panjang melalui kanal YouTube miliknya. Menurutnya, apa yang dialami YTR sama sekali tidak berkaitan dengan pelet, hipnotis, maupun ilmu supranatural. Sebaliknya, terdapat sejumlah fenomena psikologis yang sering terjadi dalam hubungan yang penuh manipulasi atau toxic relationship.

"Bukan pelet, bukan gaib, bukan magis, bukan ilmu-ilmu dukun apa pun. Sekarang saya akan jelaskan fenomena psikologis yang terjadi di kasus ini," ujar Pesulap Merah yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Minggu, 5 Juli 2026. 

img_title Pesulap Merah Ungkap Pernah Ditawari Rp200 Juta untuk Tutup Mulut Usai Grebek Dukun Gadungan

Dugaan Pelet Muncul karena Sulit Memahami Kondisi Korban

Pesulap Merah menilai munculnya dugaan pelet sebenarnya berasal dari ketidaktahuan masyarakat mengenai cara kerja psikologi manusia. Ketika seseorang melihat korban tetap bertahan bersama pelaku meski terus disiksa, penjelasan yang paling mudah bagi sebagian orang adalah mengaitkannya dengan hal-hal mistis.

Menurutnya, pola pikir tersebut terjadi karena banyak orang belum memahami bagaimana manipulasi emosional dapat membuat korban sulit keluar dari hubungan yang tidak sehat.

Ia mengatakan, banyak fenomena dalam hubungan beracun yang sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah tanpa harus menghubungkannya dengan dunia supranatural.

"Bukan pelet, bukan gaib, bukan magis. Semuanya bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berawal dari Love Bombing

Pesulap Merah meyakini kekerasan yang dialami Yuvita tidak terjadi sejak awal hubungan. Ia menduga Taufik terlebih dahulu membangun citra sebagai pasangan yang sangat perhatian melalui teknik manipulasi yang dikenal sebagai love bombing.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut