Ruben Onsu Takut Kasusnya Tutupi Isu Nasional, Minta Publik Tetap Peduli pada Warga Terdampak Bencana
- IG @ruben_onsu
VIVA – Ruben Onsu menyampaikan kekhawatirannya di tengah ramainya pemberitaan mengenai persoalan hukum yang kini sedang dihadapinya. Presenter sekaligus pengusaha tersebut berharap kasus pribadinya tidak sampai menutupi isu-isu nasional yang dinilai jauh lebih membutuhkan perhatian dan kepedulian masyarakat.
Kekhawatiran itu disampaikan Ruben ketika sejumlah persoalan kemanusiaan tengah menjadi perhatian. Di antaranya kondisi gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan di Kalimantan, hingga Aceh yang disebut masih dalam proses pemulihan setelah bencana.
Di tengah situasi tersebut, Ruben berharap perhatian publik tidak terpecah hanya karena pemberitaan mengenai dirinya. Ia meminta agar isu-isu yang menyangkut masyarakat luas tetap mendapat ruang dan kepedulian yang semestinya.
“Semoga pemberitaan yang ada tidak dimanfaatkan untuk menutupi atau mengalihkan perhatian dari isu-isu nasional yang lebih membutuhkan kepedulian kita bersama,” tulis Ruben Onsu melalui unggahan Instagramnya yang dikutip pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Dalam pernyataannya, Ruben terlebih dahulu menyampaikan permintaan maaf atas situasi yang belakangan berkembang dan menjadi sorotan publik.
“Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar belakangan ini, saya memohon maaf atas situasi yang ada,” tulisnya.
Ruben menjelaskan bahwa selama proses persoalan tersebut berjalan, ia telah berusaha mencari jalan untuk mengklarifikasi berbagai hal. Salah satunya dengan melakukan tabayun melalui teman yang mereka kenal. Namun, upaya tersebut disebut belum menghasilkan titik temu.
“Selama proses ini berjalan, saya juga sudah berupaya melakukan tabayun melalui teman kami, namun memang belum menemukan titik temu. Di sisi lain, saya terus mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan apa yang saya sampaikan dalam pemeriksaan, dengan tujuan menunjukkan kesesuaian data dan keterangan yang ada,” tulisnya lagi.
Ruben juga mengungkap tantangan yang dihadapinya dalam mengumpulkan berbagai bukti dan data. Menurutnya, beberapa orang yang sebelumnya pernah bekerja bersamanya kini sudah tidak lagi bekerja dan sulit dihubungi.
Kondisi tersebut membuatnya harus mencari kembali sejumlah bukti dengan akses yang terbatas.
“Namun, karena beberapa orang yang sebelumnya bekerja bersama saya sudah tidak bekerja lagi dan sulit dihubungi untuk dimintai pertanggungjawaban, saya berusaha mencari dan mengumpulkan bukti-bukti tersebut satu per satu dengan akses yang sangat terbatas, agar dapat melengkapi dan melampirkan keterangan saya,” jelas Ruben.