Bukit Lawang, 'Surga' Tersembunyi di Utara Sumatera

Jembatan di Sumatera Utara
Sumber :
  • Dok: Asuransi Astra

VIVA – Saat berkunjung ke Medan, biasanya pendatang memilih untuk melakukan wisata budaya dan kuliner. Namun ternyata, Ibu Kota Sumatera Utara itu juga menyimpan kekayaan alam.

img_title Antrean iPhone 18 Membludak hingga Viral: Antara Gengsi, Kebutuhan, dan Strategi Belanja Warga Tanah Air

Salah satunya, Tangkahan. Dari Kota Medan, jaraknya sekitar empat jam perjalanan darat. Bersama rombongan Asuransi Astra dalam rangkaian acara Simply Memorable Trip, VIVA.co.id diajak untuk menikmati keindahan alam di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan di area, yang sebagian besar masih berupa persawahan itu. Mulai dari menyusuri Sungai Batang menggunakan ban karet (tubing), hingga memandikan beberapa gajah liar yang hidup bersama warga.

img_title Viral! Demi iPhone 18, Warga Tanah Air Rela Antre Sejak Dini Hari hingga Suasana Pengambilan Kupon Memanas

Pesona Tangkahan tidak hanya memikat wisatawan mancanegara saja. Beberapa artis Indonesia juga diketahui pernah datang ke Sungai Batang, seperti Nicholas Saputra dan Hamish Daud.

Perjalanan tidak akan membosankan, karena mata dimanjakan dengan hamparan pohon sawit yang berderet rapi di sisi jalan.

img_title Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Warga di Lombok Utara, Polisi Langsung Selidiki

Usai asyik bermain air, rombongan kemudian diajak menuju Bukit Lawang. Berada di Kabupaten Langkat, wilayah itu masuk dalam Taman Nasional Gunung Leuser, yang menjadi rumah dari satwa orangutan.

Dulu, Bukit Lawang menjadi salah satu tujuan wisata yang ramai dikenal. Namun, adanya banjir bandang yang terjadi pada 2003, membuat ratusan rumah warga yang ada di tepian Sungai Bahorok itu hancur.

Untuk bisa tiba di Bukit Lawang, ada jalan utama yang waktu tempuhnya kurang lebih lima jam. Namun, tim diajak melewati jalur alternatif yang jalurnya cenderung tanah dan berbatu, demi memangkas jarak. Alasannya, waktu sudah malam dan rombongan mulai kehabisan tenaga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjalanan di malam hari itu cukup menegangkan. Bagaimana tidak, pukul 22.00 WIB harus menembus rimbunnya pohon sawit. Gelapnya malam membuat suasana seperti sedang berpetualang di dalam hutan rimba.

Suasana makin mencekam, saat melewati sisi jalan yang berada persis di tepi bukit. Sungai yang mengalir deras, ditambah gelapnya jurang, membuat jantung berdegup kencang. Untung, semuanya bisa dilalui dengan aman dan rombongan tiba di tujuan tanpa kurang apa pun.

Jasad orangutan mengapung di Sungai Kumai, Kalteng

Viral! Jasad Orangutan Ditemukan Mengapung di Sungai Kumai, Kalimantan Tengah

Pengguna media sosial dibuat prihatin setelah sebuah video memperlihatkan seekor orangutan ditemukan mengambang di Sungai Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan

img_title
VIVA.co.id
17 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut