Explore Destinasi Wisata dengan Teknologi VR, Berwisata Bisa dari Rumah

Pemandu wisata yang sedang melaksanakan kegiatang wisata wirtual - Foto Dokumen Reza Permadi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Maha Liarosh (Bali)

Bali, VIVA – Masa pandemi COVID-19 melumpuhkan semua sektor, terutama perekonomian di sektor pariwisata. Pegiat wisata khususnya tour guide atau pemandu wisata sempat mengalami keterpurukan karena tidak ada wisatawan yang datang.

img_title Dongkrak Pariwisata Daerah, PLN Bantu Perkuat Pengelolaan Desa Wisata Candirejo via Program PETIR

Pegiat Wisata Reza Permadi asal Tebet, Selatan mencetuskan sebuah gagasan untuk bisa memberdayakan para pegiat wisata lainnya. Gagasan itu berupa Wisata Virtual berbasis internet yang merupakan gabungan antara gagasan dan teknologi Virtual Reality (VR).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita kerja sama dengan Kemenparekraf memberikan pelatihan kepada beberapa pegiat pariwisata agar bisa  memandu secara virtual dan supaya bisa bikin event online secara mandiri. Kita juga kerja sama dengan Kominfo untuk mengadakan kegiatan pelatihan dan pengadaan internet di beberapa titik yang blank spot," kata Reza Permadi beberapa waktu lalu.

img_title 3 Tips Bikin Perjalanan ke Vietnam Lebih Seru, Bahkan Sejak di Pesawat

Selain itu juga bekerja sama dengan Dinas Pariwisata di daerahanya dan Universitas Internasional Batam untuk membuat VR utk daerah Nongsah di Batam.

"Intinya dari setiap kegiatan pelatihan yang saya lakukan kepada teman-teman  pegiat wisata, mereka  harus membuat event wisata virtual secara mandiri," ucapnya.

img_title Kembangkan Konsep Wisata Budaya, Pendapatan Desa Bugisan Binaan Astra Naik 56,3 Persen

Reza menjelaskan, dengan menggunakan VR berwisata secara virtual, wisatawan melakukan trip wisatanya tetap dari rumah yang dipandu oleh pemandu wisata secara daring menggunakan online meeting platform seperti zoom meeting dan google meet.

"Jadi misalkan saya ada di Bandung, saya bercerita tentang Tangkuban Perahu.  Saya datang langsung ke Tangkuban Perahu kemudian menggunakan internet dan berinteraksi dengan orang-orang yang sedang menonton," jelasnya.

Menurut Reza, dengan wisata virtual bisa menghibur wisatawan atau orang-orang yang tidak bisa pergi ke mana-mana karena pandemi.

"Misalnya di Raja Ampat, kita komunikasi dengan tour guide yang ada di Raja Ampat, atau Sumba untuk tetap melihatnya melalui aktifitas pariwisata virtual tadi," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wisata virtual saat pandemi bisa menjadi sneak peek bagi wisatawan untuk menggali informasi tentang destinasi wisata yang akan dikunjungi.

"Dengan wisata virtual pemandu kita berikan tarif Rp300 ribu selama 3 jam memandu. Tapi tak sedikit juga yang mendapatkan lebih, karena dalam sehari mereka bisa memandu lebih dari satu kali kegiatan wisata virtual," kata Reza.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut