Kasus Selebgram Sarnanitha, Ancam Wisata di Bali?

Ilustrasi Bali
Sumber :
  • freepik.com/jcomp

Bali, VIVA – Terungkapnya praktik prostitusi berkedok layanan spa di Flame Spa Bali kembali menjadi peringatan bagi industri pariwisata di Pulau Dewata. Kejadian ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga mengancam citra Bali sebagai destinasi wisata budaya.

img_title Anggota DPR Minta Distribusi BBM di Bali Harus Terpenuhi Agar Tak Ganggu Sektor Pariwisata

Pengamat sosial Gung Pram menyoroti dampak yang lebih luas dari kasus ini, terutama terkait dengan identitas dan nilai budaya yang selama ini menjadi daya tarik utama pariwisata di Bali. Ia menekankan bahwa praktik semacam ini dapat menggeser citra Bali dari destinasi budaya menjadi pusat hiburan malam. Scroll lebih lanjut ya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Bali selama ini dikenal dengan pariwisata berbasis adat dan budaya, bukan tempat untuk wisata seks. Jika praktik semacam ini dibiarkan, citra Bali akan rusak dan bisa bergeser menjadi destinasi wisata hiburan malam yang jauh dari nilai-nilai kearifan lokal,” ujarnya saat dihubungi pada Sabtu, 1 Maret 2025.

img_title Sahroni Minta Polri Tindak Tegas Penimbun BBM di Bali: Hukum Berat karena Sangat Menyusahkan Rakyat!

Menurut Gung Pram, lemahnya pengawasan terhadap bisnis hiburan di Bali membuka peluang bagi maraknya praktik serupa. Jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah, ia khawatir kasus seperti ini akan terus berulang dan berdampak negatif bagi masyarakat lokal.

img_title Pengamat Sebut Proyek Energi Baru di Bali Berdampak Bagus Buat Masyarakat

“Bukan hanya citra Bali yang dipertaruhkan, tetapi juga masa depan generasi muda. Jika tempat-tempat seperti ini terus bermunculan, akan ada pergeseran nilai sosial yang merugikan masyarakat. Generasi muda bisa terpengaruh dengan gaya hidup hedonisme yang bertentangan dengan nilai-nilai adat dan budaya kita,” tambahnya.

Sarnanitha

Photo :
  • IG @sarnanitha

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pun mendorong desa adat untuk lebih berperan aktif dalam mengawasi perkembangan industri hiburan di wilayah mereka. Menurutnya, peran pemerintah dan desa adat sangat penting dalam menjaga moral serta kearifan lokal Bali agar tetap menjadi daya tarik utama wisatawan.

“Wisatawan mencari keindahan alam dan budaya, bukan hanya hiburan malam. Kasus Flame Spa harus menjadi pelajaran agar Bali tetap mempertahankan pariwisata berbasis budaya dan adat, mencegah hilangnya identitas Bali,” tegasnya.

Ilustrasi Satgas Karhutla berupaya melakukan pemadaman di tengah pekatnya asap kebakaran lahan.

BPBD: Asap Karhutla Belum Sampai Bali

BPBD Bali memastikan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari Kalimantan maupun wilayah lain hingga kini belum masuk ke Provinsi Bali.

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut