Pulau Makasar, Saksi Bisu Kegagalan Sultan Hasanuddin

Pulau Makasar.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Kamarudin Egi

VIVA.co.id – Mendengar kata Makasar, hal pertama kali yang terpintas dalam pikiran kita, adalah kota metropolitan yang menjadi ibu kota di Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Kota Makassar. 

img_title Kodam Hasanuddin Diaktifkan Lagi usai 32 Tahun Dilikuidasi

Tetapi ini bukan Kota Makassar yang sering disebut di Sulawesi Selatan itu. Melainkan Makasar ini adalah, nama untuk sebuah nama pulau kecil yang terletak di Kepulauan Buton, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pulau yang dinamakan Pulau Makasar ini memang mempunyai cerita keterkaitan dengan Provinsi Sulsel. Masyarakat setempat mempercayai bahwa pulau ini adalah bukti sejarah antara Kerajaan Gowa Sulsel dengan Kerajaan Buton Sultra.

img_title Maruli Siapkan Paspor Gratis bagi Warga Perbatasan, Ini Kebutuhan Lain yang Dipetakan BNPPDT

Pulau ini adalah sebuah pulau yang menjadi sejarah kekalahan seorang Raja Gowa, Sultan Hasanuddin, dalam penyerangan Kerajaan Buton di bawah kendali Raja Buton bernama La Awu, alias Sultan Malik Sirullah. 

Diplomasi itu, menurut cerita rakyat Buton adalah untuk melakukan penangkapan terhadap Aru Palaka, putra Raja Bone yang menjadi buronan Kerajaan Gowa. 

img_title Kekayaan Bae Suzy Tembus Rp500 Miliar? Ini Sumber Penghasilan dan Aset Mewahnya

"Dalam proses pemburuan itu, Kerajaan Gowa tidak dipimpin oleh Sultan Hasanuddin melainkan anak buah Sultan Hasanuddin bernama Karaeng Bonto Marannu, Kajau Lalibong, Karaeng Kasala, Daeng Mandangi, dan Daeng Mandongi," kata Ketua Adat Pulau Makasar bernama Armudin. 

Dalam sejarahnya, kata Armudin, proses penyerangan tersebut terjadi, karena Sultan Hasanuddin kecewa atas pernyataan Raja Buton bernama Malik Sirullah. Malik mengatakan, kalau orang yang dicari bernama Aru Palaka tidak berada di tanah Buton.

Pernyataan tersebut sampai ke telinga Sultan Hasanuddin dengan mendapatkan informasi dari anggotanya. Aru Palaka yang dicari benar adanya berada di tanah Buton dan sedang melakukan persembunyian dalam goa.

Dari situlah Raja Gowa ke 16 tersebut langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyerangan di tanah Buton dan berharap menemukan Aru Palaka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tetapi, dalam proses penyerangan itu mereka (Sultan Hasanuddin) di bawah kendali lima petinggi lainnya kalah dari Kerajaan Buton," ceritanya. 

Ketua adat peraih gelar sarjana pendidikan ini menuturkan, proses penyerangan tersebut terjadi pada tahun 1666. Sedikitnya ada puluhan ribu prajurit Sultan Hasanuddin hadir dan melakukan penyerangan. Sayang, ekspektasi tak sesuai realita. Hasanuddin kalah dan tidak menemukan Aru Palaka. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut