Lagi Benda Purbakala Dicuri, Pengamanan Museum Buruk?
Jumat, 13 September 2013 - 20:31 WIB
Sumber :
- VIVAnews/Fernando Randy
VIVAnews
- Empat benda artefak purbakala berlapis emas hilang dari Museum Nasional atau Museum Gajah, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 11 September 2013. Benda sejarah yang hilang itu adalah temuan abad ke-10 dan ke-11 Masehi yang ditinggalkan Kerajaan Mataram Kuno. Nilainya ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.
Keempat artefak itu berupa lempengan emas, terdiri dari 'lempeng naga mendekam' dengan panjang 5,6 centimeter dan lebar 5 centimeter, ditemukan pada abad 10 Masehi Kerajaan Mataram Kuno.
Yang kedua adalah 'lempeng bulan sabit beraksara' dengan panjang 8 centimeter dan lebar 5,5 centimeter ditemukan pada abad 10 Masehi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Ketiga adalah 'wadah bentuk cepuk' bertutup yang berdiameter 6,5 centimeter dan tinggi 6,5 centimeter. Benda ini ditemukan pada abad 10 Masehi milik Kerajaan Mataram Kuno.
Benda purbakala keempat adalah 'lempeng harihara' dengan panjang 10,5 centimeter dan lebar 3,5 centimeter dan ditemukan pada akhir abad ke-11 di Belahan Jawa Timur.
Seluruh artefak tersebut disimpan di sebuah lemari kaca di ruang Khasanah, yang berada di lantai dua gedung lama Museum Nasional, atau biasa disebut Museum Gajah.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar (Pol) Tatan Dirsan, mengatakan penyidik tengah melakukan pemeriksaan terkait hilangnya empat artefak di Museum Nasional.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi hanya menemukan sidik jari di lemari kaca tempat penyimpanan empat artefak yang hilang itu. Sementara barang bukti lain tidak ditemukan. Dari lemari yang dicongkel, diduga pelaku menggunakan obeng untuk mencuri artefak.
"Keterlibatan orang dalam belum bisa kita simpulkan. Sementara pencurian diduga menggunakan obeng. Dalam olah TKP memang ada display yang rusak," kata Tata Dirsan, Jumat, 13 September 2013.
Sebanyak 28 orang yang terdiri petugas pemelihara, petugas keamanan dan kebersihan museum sudah diperiksa. Namun, belum ada titik terang mengenai siapa pelaku pencurian itu. Penyidik kesulitan mengidentifikasi pelaku lantaran CCTV yang berada di museum sudah tidak berfungsi sejak dua bulan lalu.
Penyidikan akan difokuskan kepada tim arkeologi yang membidangi langsung museum tersebut. Kemudian, petugas keamanan yang bertugas dari tanggal 10 September 2013. Semuanya saat ini sedang dimintai keterangan di Polres.
Baca Juga
Baca Juga
Keempat artefak itu berupa lempengan emas, terdiri dari 'lempeng naga mendekam' dengan panjang 5,6 centimeter dan lebar 5 centimeter, ditemukan pada abad 10 Masehi Kerajaan Mataram Kuno.
Yang kedua adalah 'lempeng bulan sabit beraksara' dengan panjang 8 centimeter dan lebar 5,5 centimeter ditemukan pada abad 10 Masehi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Ketiga adalah 'wadah bentuk cepuk' bertutup yang berdiameter 6,5 centimeter dan tinggi 6,5 centimeter. Benda ini ditemukan pada abad 10 Masehi milik Kerajaan Mataram Kuno.
Benda purbakala keempat adalah 'lempeng harihara' dengan panjang 10,5 centimeter dan lebar 3,5 centimeter dan ditemukan pada akhir abad ke-11 di Belahan Jawa Timur.
Seluruh artefak tersebut disimpan di sebuah lemari kaca di ruang Khasanah, yang berada di lantai dua gedung lama Museum Nasional, atau biasa disebut Museum Gajah.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar (Pol) Tatan Dirsan, mengatakan penyidik tengah melakukan pemeriksaan terkait hilangnya empat artefak di Museum Nasional.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi hanya menemukan sidik jari di lemari kaca tempat penyimpanan empat artefak yang hilang itu. Sementara barang bukti lain tidak ditemukan. Dari lemari yang dicongkel, diduga pelaku menggunakan obeng untuk mencuri artefak.
"Keterlibatan orang dalam belum bisa kita simpulkan. Sementara pencurian diduga menggunakan obeng. Dalam olah TKP memang ada display yang rusak," kata Tata Dirsan, Jumat, 13 September 2013.
Sebanyak 28 orang yang terdiri petugas pemelihara, petugas keamanan dan kebersihan museum sudah diperiksa. Namun, belum ada titik terang mengenai siapa pelaku pencurian itu. Penyidik kesulitan mengidentifikasi pelaku lantaran CCTV yang berada di museum sudah tidak berfungsi sejak dua bulan lalu.
Penyidikan akan difokuskan kepada tim arkeologi yang membidangi langsung museum tersebut. Kemudian, petugas keamanan yang bertugas dari tanggal 10 September 2013. Semuanya saat ini sedang dimintai keterangan di Polres.
Halaman Selanjutnya