- VIVA/Ezra Natalyn Sihite
Melalui sebuah konsep pelestarian cagar budaya yang ideal, maka bangunan-bangunan bersejarah yang ditelantarkan membutuhkan ahli multidimensi. Dengan begitu renovasi menjadi sebuah pekerjaan yang tak merusak nilai masa lalu dan berguna pada masa kini. Disebut sebuah konsep sustainable built environtment.
Ahli tersebut membuat rincian bahwa untuk membangun kembali sebuah bangunan bersejarah maka perlu andil berbagai pakar yaitu ahli konservasi dan restorasi, ahli fisika, ahli kimia, arsitek hingga kurator. Untuk itu semua memang dibutuhkan biaya besar.
Gratis Syarat Ketat
Realita mahalnya biaya pelestarian dan perawatan gedung-gedung kuno disikapi pemerintah Italia dengan gaya baru sejak tahun 2017. Italia sadar bahwa bangunan peninggalan sejarah dan budaya tetap perlu dijaga termasuk demi menarik makin banyak wisatawan yang menjadi salah satu pemasukan negaranya.
Oleh karena itu pada Mei tahun 2017, pemerintah Italia membuat sebuah kebijakan tak biasa. Badan Pertanahan dan Bangunan Negara Italia dan Kementerian Kebudayaan negara itu menyatakan akan memberikan secara gratis sejumlah situs peninggalan yang butuh revitalisasi dan renovasi.
![]()
Pemandangan kubah dari basilika Saint Peter yang ada di Roma, Italia. (REUTERS/Tony Gentile)
Dilansir Telegraph, ada 103 bangunan yang bisa diambil alih oleh perorangan, lembaga maupun komunitas.
Di antaranya bangunan kastil, biara, gedung, menara, peternakan tua, gedung sekolah dan penginapan kuno. Semua itu diberikan dengan cuma-cuma kepada penerima yang memenuhi syarat.
Untuk bisa memiliki situs sejarah dan budaya itu, calon pemilik harus bisa merenovasinya dengan biaya sendiri tanpa mengubah bentuk utama dan nilai intrinsik bangunan. Bangunan itu harus diubah menjadi fasilitas untuk pariwisata antara lain hotel, restoran maupun tempat spa.
Skema yang ditetapkan pemerintah harus diterima calon pemilik dan melanggar ketentuan termasuk merusak situs akan menyebabkan pemilik terancam sanksi berat.
"Tujuannya menjadikan bekas bangunan publik dan privat yang sudah lama telantar menjadi tempat yang layak didatangi pengunjung apakah peziarah, orang lokal, turis dan lain sebagainya," kata Roberto Reggi dari Departemen Pertahanan dan Bangunan Italia.