SOROT 488

Laris dari Buku Berkelas

Lord of the Rings
Sumber :
  • New Line Cinema

Jalan terang mulai terlihat ketika Peter Jackson, produser film Selandia Baru melirik naskah ini. Sayangnya rumah produksi di AS tetap menolaknya. 

img_title Bak Cendawan di Musim Hujan

Jackson lalu kembali ke Selandia Baru dan membuat film pendek tentang kisah Hobbit ini. Dengan film berdurasi 35 menit itu, Jackson kembali memasarkan naskah Tolkien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akhirnya Peter Jackson memproduksi film tersebut pada 2001. Pada 6 Februari 2002, seri pertama trilogi ini, The Fellowship of The Ring dirilis. 

img_title Dari Buku ke Bioskop

Dengan budget sebesar US$93 juta, film ini meledak dan berhasil meraup pendapatan hingga US$871,5 juta. Tak menunggu lama, saat film pertama masih beredar dan menjadi perbincangan di seluruh bioskop di dunia, Peter Jackson segera memproduksi seri kedua, The Two Towers. 

Dengan dana hanya US$94 juta, film kedua yang dirilis pada 15 Januari 2013 ini berhasil meraup pendapatan hingga US$926 juta. 

img_title Profil Eva Stevany Rataba, Anggota DPR Masuk Desil 4 Penerima Bansos Hartanya Capai Rp16 Miliar

Secara marathon, Peter Jackson lalu melanjutkan produksi pamungkas dari trilogi itu. Tahun 2003, The Return of The King diproduksi. 

Film ini berhasil meraih angka yang fantastis. Dengan biaya produksi yang sama dengan film kedua, yaitu US$94 juta, film ini meraup penghasilan hingga US$1,12 miliar. 

Ketiga film ini tak hanya sukses dari jumlah penonton dan penghasilan, namun juga banjir penghargaan. Tapi penghargaan terbanyak diraih oleh film terakhir, The Return of The King. 

Academy Award, Golden Globe, MTV, BAFTA, Critic Choice Movie Award, Nebula Award, dan Guild of America Award mengganjar film ini dan Peter Jackson dengan sejumlah penghargaan.

The Lord of The Rings.


3. The Da Vinci Code

Novel The Da Vinci Code ditulis oleh Dan Brown dan masuk dalam genre detektif, thriller, sekaligus fiksi-konspirasi. Sejak awal penerbitannya, novel ini menuai kontroversi karena telah mengguncang kepercayaan agama Katolik Roma. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, penjualan The Da Vinci Code ternyata sangat laris. Buku yang diterbitkan pada April 2003 itu langsung mendobrak angka mengagetkan di hari pertama penjualan, yaitu 6.000 eksemplar. 

Buku yang mengisahkan tentang pembunuhan kurator seni di Museum Louvre, Paris, Prancis, terus mendulang sukses dengan diterbitkan di seluruh dunia dalam 44 bahasa. Tahun 2009, atau enam tahun setelah diterbitkan, buku itu mendulang angka fantastis, 80 juta kopi di seluruh dunia. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut