- ANTARA FOTO/HO/LASSAK IMAJI/Tagor Siagian
"Itu semuanya akan menjadi satu rancangan besar di Jurangmangu Adventure Village, tapi tahap awal kita yaitu Bike Park ini," katanya menjelaskan.
Belum maksimal
Dengan segala potensi alam yang dimiliki Indonesia, Pemerintah memasang target optimistis wisata petualangan bisa mendongrak ekonomi Indonesia di masa depan. Bahkan, pada 2019 ditargetkan jumlah wisatawan yang menikmati wisata jenis ini mencapai dua juta orang.
Kepala Bidang Wisata Petualangan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata Kusnoto mengungkapkan, tanda-tanda target tersebut akan tercapai sudah terlihat sejak beberapa tahun lalu.Â
Data Kemenpar pada 2015 menunjukkan, total wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke tempat wisata petualangan mencapai 687.538 orang. Terdiri dari, wisata arung jeram dan wisata air sudah 565.337 wisatawan, pendakian gunung 77.046 orang, telusur gua ada 17.604 orang, dan paralayang itu ada 27.551 orang.
![]()
Wisatawan menyelam di gua bawah air Pulau Senoa, Natuna, Kepulauan Riau. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Dua tahun terakhir pada 2016-2017 pemerintah pun meyakini, jumlahnya terus mengalami peningkatan. Seiring dengan semakin banyaknya jenis wisata petualangan yang ditawarkan di Indonesia. "Untuk tahun 2016-2017 mungkin jumlahnya melebihi itu," katanya menambahkan.
Hal senada disampaikan Koordinator Eiger Adventure Service Team (EAST) Galih Donikara. Menurut dia, saking bersarnya poternsi wisata petualangan di Indonesia, bisa diandalkan menjadi salah satu pendorong ekonomi nasional.Â
Terlebih lagi, saat ini banyak destinasi-destinasi wisata petualangan baru yang dibuka. Hal tersebut jelas menjadi daya tarik wisata petualangan di Indonesia. "National Geographic menilai, Indonesia tidak usah jual minyak dan gas alam, cukup wisata," katanya.
Namun dia menyayangkan, saat ini masih banyak pengelola wisata petualangan di Indonesia justru warga asing. Poin ini yang harus menjadi perhatian pemerintah di masa depan. "Mereka (warga asing) lebih sadar duluan nilai wisata di Indonesia dibandingkan dengan kita.
Kusnoto mengakui, kontribusi wisata petualangan masih kecil terhadap total pariwisata Indonesia. Meskipun saat ini peminatnya membludak seiring dengan munculnya objek-objek wisata baru. "Hasil survei nasional selama ini yang diminati 60 persen budaya, 35 persen alam, dan 5 persen wisata buatan," katanya.