SOROT 510

Berebut Hati Jokowi

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, meresmikan Posko Join saat menghadiri peresmian Posko Join di Semarang pada Selasa, 17 April 2018.
Sumber :
  • VIVA/Dwi Royanto

"Kita tidak bisa menilai sekarang. Karena polling-nya juga baru dibuka. Nanti tanggal 4 Agustus polling ditutup, dan pada waktunya kita akan launching hasil polling kita. Saat ini kita lagi menyerap aspirasi rakyat melalui polling," ujar Budi kepada VIVA.

img_title Menguak Alasan KPU Rahasiakan Data Pribadi hingga Ijazah Capres-Cawapres

Pro Jokowi (ProJo)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kordinator Nasional Golkar Jokowi (GOJO), Rizal Mallarangeng mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto adalah tokoh politik yang cocok mendampingi Jokowi. Untuk itu, Gojo melakukan berbagai hal. Mulai dari penggalangan dukungan di akar rumput Golkar, masyarakat umum. Selain itu GOJO juga aktif di media sosial, mempromosikan Jokowi Golkar dan Airlangga, sekaligus menunjukkan bahwa Golkar memang partai yang bisa diandalkan.

img_title Aturan KPU, Ijazah hingga Rekam Jejak Capres-Cawapres Bakal Dirahasiakan

"Dan terbukti empat bulan terakhir ini sangat bagus hasilnya. Golkar mulai naik, Pak Airlangga mulai banyak dikenal, dan berbagai macam hal yang lainnya," kata Rizal kepada VIVA.

Menurut dia, kandidat cawapres untuk Jokowi yang ideal adalah memiliki akar politik yang kuat yang dapat membantu Jokowi, baik di parlemen maupun di partai politik. Sebab, demokrasi Indonesia saat ini ada di tangan partai politik di parlemen. Selanjutnya, kemampuan teknokratis. Artinya, sosok tersebut harus mengerti ekonomi, industri, revolusi digital yang bisa melihat ke depan.  "Dan itu semua ada di Pak Airlangga," ujarnya menegaskan.

img_title Ini Alasan Wapres Gibran Digugat-Dituntut Ganti Rugi Rp125 Triliun

Deklarasi Relawan Golkar Jokowi atau Gojo di DPP Partai Golkar DKI Jakarta.

Sementara, Ketua Dewan Pembina DPP Penerang TGB Aceh, Mulyadi Nurdin, menanggapi nama TGB yang digadang-gadang sebagai tokoh yang layak menjadi cawapres Jokowi. Menurut dia, hal itu diserahkan sepenuhnya kepada TGB.

"Intinya kami terima apapun pilihan beliau. Tidak mesti di politik kan, di agama pun, atau di daerah juga. Kami tidak bicara satu sisi politik saja. Kami ingin beliau jadi tokoh Indonesia," kata Mulyadi kepada VIVA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga melihat bahwa TGB adalah tokoh yang dibutuhkan bangsa Indonesia. Mulyadi menegaskan, Indonesia membutuhkan tokoh-tokoh yang dapat mendamaikan suasana. Apalagi di tahun politik sekarang ini.

"Banyak sekali isu yang berkembang seperti isu SARA. Kita butuh orang yang dapat menyejukkan suasana, dan TGB itu sejauh ini sangat menyejukkan. Kita butuh Indonesia yang damai, yang tentram." (mus)

Ilustrasi pemilu.

Usulan KPK Capres-Cawapres dari Kader Parpol Dinilai Keliru, Persempit Demokrasi

Alih-alih memperkuat demokrasi, wacana tersebut justru dianggap mempersempit lahirnya pemimpin di tengah krisis kepercayaan publik terhadap partai politik (parpol).

img_title
VIVA.co.id
12 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut