- VIVA/Dwi Royanto
"Kita tidak bisa menilai sekarang. Karena polling-nya juga baru dibuka. Nanti tanggal 4 Agustus polling ditutup, dan pada waktunya kita akan launching hasil polling kita. Saat ini kita lagi menyerap aspirasi rakyat melalui polling," ujar Budi kepada VIVA.
![]()
Kordinator Nasional Golkar Jokowi (GOJO), Rizal Mallarangeng mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto adalah tokoh politik yang cocok mendampingi Jokowi. Untuk itu, Gojo melakukan berbagai hal. Mulai dari penggalangan dukungan di akar rumput Golkar, masyarakat umum. Selain itu GOJO juga aktif di media sosial, mempromosikan Jokowi Golkar dan Airlangga, sekaligus menunjukkan bahwa Golkar memang partai yang bisa diandalkan.
"Dan terbukti empat bulan terakhir ini sangat bagus hasilnya. Golkar mulai naik, Pak Airlangga mulai banyak dikenal, dan berbagai macam hal yang lainnya," kata Rizal kepada VIVA.
Menurut dia, kandidat cawapres untuk Jokowi yang ideal adalah memiliki akar politik yang kuat yang dapat membantu Jokowi, baik di parlemen maupun di partai politik. Sebab, demokrasi Indonesia saat ini ada di tangan partai politik di parlemen. Selanjutnya, kemampuan teknokratis. Artinya, sosok tersebut harus mengerti ekonomi, industri, revolusi digital yang bisa melihat ke depan. "Dan itu semua ada di Pak Airlangga," ujarnya menegaskan.
![]()
Sementara, Ketua Dewan Pembina DPP Penerang TGB Aceh, Mulyadi Nurdin, menanggapi nama TGB yang digadang-gadang sebagai tokoh yang layak menjadi cawapres Jokowi. Menurut dia, hal itu diserahkan sepenuhnya kepada TGB.
"Intinya kami terima apapun pilihan beliau. Tidak mesti di politik kan, di agama pun, atau di daerah juga. Kami tidak bicara satu sisi politik saja. Kami ingin beliau jadi tokoh Indonesia," kata Mulyadi kepada VIVA.
Ia juga melihat bahwa TGB adalah tokoh yang dibutuhkan bangsa Indonesia. Mulyadi menegaskan, Indonesia membutuhkan tokoh-tokoh yang dapat mendamaikan suasana. Apalagi di tahun politik sekarang ini.
"Banyak sekali isu yang berkembang seperti isu SARA. Kita butuh orang yang dapat menyejukkan suasana, dan TGB itu sejauh ini sangat menyejukkan. Kita butuh Indonesia yang damai, yang tentram." (mus)