- www.kaskus.co.id
Film ini bahkan memperlihatkan betapa ramainya Jalan Melawai yang dipenuhi anak-anak muda yang nongkrong di pinggir jalan raya yang dulu masih dua arah ini. Terlihat restoran cepat saji Amerika Serikat seperti KFC, Burger King dan A&W yang juga telah menjadi spot kongko asyik di kawasan itu.

Dibintangi Desy Ratnasari sebagai tokoh utama yang memerankan karakter Lola, film ini menceritakan kehidupan zaman SMA di tahun 1990. Lola bersama tiga anggota gengnya dikisahkan tak berbeda jauh dengan remaja di era tersebut, yang menghabiskan sore dan malam minggu mereka ngeceng di Jalan Melawai atau berdisko ria sambil main sepatu roda di Lipsick atau Happy Day Disco Skate.
Suatu hari mereka memergoki Cindy (Paramitha Rusady) sedang bersama pria paruh baya, yang sering disebut dengan panggilan om-om, di Melawai.
![]()
Selidik punya selidik, Cindy yang merupakan tulang punggung keluarga ternyata terpaksa menjadi seorang perek (perempuan eksperimen), demi menghidupi adik-adiknya yang masih kecil. Ayahnya telah tiada dan sang ibu merupakan pasien rumah sakit jiwa di Bogor, Jawa Barat.
Melalui film Blok M, aktris cantik Paramitha Rusady berhasil meraih nominasi untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik di Festival Film Indonesia pada tahun 1990 silam.
![]()
Ditulis oleh Helmy Yahya yang juga turut membintangi film ini sebagai kakak ipar Lola, film besutan Eduard Pesta Sirait ini juga tak ketinggalan memasukkan beberapa bahasa slang atau bahasa gaul Indonesia. Bahkan sebagian besar masih populer sampai sekarang.
Sebut saja kata-kata seperti suer, so pasti, sumpah, anjir, duilah, mejeng, nyokap, ya amplop, jijay, IWAPI (Ikatan Wanita Ngerumpi), tokai, MBA (Married by Accident), SKSD (Sok Kenal Sok Dekat), kece, bokis, bacot dan masih banyak lagi. Salam dua jari yang kini lebih dikenal dengan tanda peace atau damai juga ternyata sudah lazim dipakai di zaman film itu dibuat.
![]()
Film lain yang juga dibuat dengan latar belakang kawasan Melawai, Blok M adalah Catatan si Boy (1987) yang dibintangi oleh Onky Alexander. Salah satu mobil BMW legendaris yang ada dipakai Onky di film itu juga sempat dipamerkan di Pasaraya Blok M untuk mengajak para penggemar bernostalgia ria.