Benang Kusut Distribusi Guru

dedikasi guru untuk sekolah
dedikasi guru untuk sekolah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Jojon

VIVA – "Saya merasa senang menjadi guru. Tiap hari dipertemukan anak-anak dengan berbagai macam tingkah laku," kata Andi Rosna.

Rosna adalah guru honorer di SMP Negeri 3 Bontosikuyu, Kampung Pariangan, Desa Harapan, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. 12 tahun sudah ia menjalani hari-harinya mengajar di sekolah tersebut.

"Selain mengajar, kita juga bisa belajar bagaimana mendidik mereka," cerita Rosna kepada VIVA, Kamis, 22 November 2018.

Rosna memulai karier mengajar pada 2006. Ia lulus Sarjana Pendidikan dari Universitas Veteran RI (UVRI) Makassar, yang sekarang berubah nama menjadi Universitas Karya Dharma Makassar (UKDM). 

Bagi perempuan 38 tahun itu, ikut andil dalam upaya mencerdaskan anak bangsa merupakan wujud rasa syukur. Sekaligus memaknai hidup agar bisa bermanfaat bagi sesama.

Kala itu, jasa Rosna hanya dibayar sebesar puluhan ribu per jam. "Saya mulai honor 2006, pada saat itu saya dikasih gaji Rp75 ribu dan diterima per tiga bulan. Kadang juga tidak dikasih honor," ungkap dia.

Dalam sepekan, Rosna mendapatkan 11 jam mengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Meski menerima upah yang jauh dari layak, Rosna tetap menjalankan tugasnya mengajar.