- VIVA/Tim Desain
Tren 2019
Program yang dicanangkan Kemenperin tersebut tampaknya membuahkan hasil. Terbukti, beberapa agen pemegang merek kendaraan tertarik mengembangkan model listrik di Indonesia.
Selain Hyundai yang dikabarkan akan membangun pabrik perakitan dan salah satu model yang bakal dibuat berbasis setrum, pemain baru asal China, DongFeng Sokon juga menyatakan siap memproduksi mobil listrik.
"Waktu kunjungan Pak Joko Widodo ke pameran GIIAS 2018, beliau sempat menyampaikan bahwa Indonesia harus berpacu dalam mobil listrik. Kami sampaikan, bahwa infrastruktur DFSK di pabrik 4.0 sudah siap," ungkap Marketing General Manager of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Permata Islam.
2019 juga menjadi tahun penting bagi PT Toyota Astra Motor. Sebab, mereka akan merayakan 10 tahun perkenalan kendaraan elektrifikasi di Indonesia, melalui Prius Hybrid. Selama satu dasawarsa, mereka sudah menjual ribuan unit mobil listrik di Tanah Air.
“Pasar sudah memperlihatkan potensi yang cukup positif. Ini dapat dilihat, dari setidaknya sudah ada 1.500 unit yang kami sudah pasarkan selama ini,” ujar Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto.
Mobil listrik sumbangan dari Mitsubishi
Soal model, diprediksi yang bakal jadi tren adalah kendaraan jenis hibrida. Hal itu diungkapkan oleh beberapa pihak, termasuk Head of Public Relations and CSR Department PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Bambang Kristiawan.
"Yang dibutuhkan Indonesia saat ini sebagai pembuka jalan mobil listrik agar bisa beroperasi, adalah PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle. Mengecasnya ada dua cara, yaitu dengan charger atau mesin bakar yang disediakan di dalam mobil tersebut. Artinya, tidak terlalu tergantung dengan infrastruktur," jelasnya.
Melihat dari gerak cepat pemerintah dan para pelaku usaha, bukan tidak mungkin era kendaraan listrik akan dimulai di 2019. Kebijakan fiskal dan non fiskal sudah ada, infrastruktur mulai disiapkan dan produsen telah menyatakan kesiapan mereka.
Hari menjelang siang, saat acara peresmian berakhir. Awan gelap yang menggantung sejak pagi, akhirnya berubah menjadi badai dan hujan es. Semoga, hal yang sama tidak terjadi pada masa depan kendaraan listrik di Indonesia. (umi)