- VIVA/Tim Desain
"Dari sisi teknologi, kalau kurikulum kita enggak update, bisa terlibas habis oleh China, India, Vietnam. Kita ada yang jago sih, tapi kurang banyak! Kita butuh kuantitas orang jago, bukan sekedar beberapa orang yang jago," tuturnya.
Onno mengatakan, tren belanja online patut juga disikapi bersama. Konsumen atau pengguna teknologi di Indonesia sudah seharusnya memeroleh manfaat besar dari hadirnya solusi teknologi. Namun dia melihat sebaliknya, masyarakat Indonesia bakal hanyut dalam tren belanja online.
"Yang pasti sih kita dilibas dari luar, terutama online shopping," ujarnya.
Supaya pengguna di Indonesia tak terlibas platform belanja online asing, Onno menyarankan pemerintah harus memudahkan dan menyediakan koneksi internet sampai ke ujung pelosok negeri. Koneksi internet yang memadai ini harus disertai dengan edukasi berwirausaha.
"Paling jelek ya diusahakan semua sampai ke desa-desa bisa akses ke internet dan semua jadi pelapak untuk mem-bypass jalur distributor. Ini pun masih harus mengubah banyak birokrasi di tingkat kelurahan, kecamatan dan lainnya, supaya izin usaha jadi mudah kalau enggak kasihan kita jadi konsumen saja," katanya.