Pulung Gantung Gunung Kidul

VIVANews- Lelaki itu berumur 45 tahun. Martopo namanya.  Warga Gunung Kidul, Yogyakarta. Tahun 2006 itu hatinya sungguh berbunga.  Dia segera menikahkan anaknya. Segala keperluan sudah disiapkan.  Tinggal menunggu hari H.

Tapi tiba-tiba lindu datang menguncang. Yogyakarta dan sekitarnya nyaris hancur. Berbilang bulan Mardopo mempersiapkan pernikahan anaknya itu, hancur dalam sekejap. Rumahnya hancur.  Hati Mardopo remuk.  Tak kuasa menahan rasa sedih, lelaki itu menempuh jalan pintas. Bunuh diri.

 “Dia merasa jalan keluar satu-satunya adalah bunuh diri,” kata Ida Rochmawati, seorang peneliti kasus bunuh diri di Gunung Kidul. Peneliti? Ya, Ida yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Kidul di Wonosari itu, meneliti secara khusus fenomena bunuh diri di daerah itu.

Penelitian itu sungguh penting, sebab Mardopo ternyata cuma pucuk dari gunung es.  Jumlah kasus bunuh diri di kabupaten itu cukup tinggi.  Lihatlah data yang dilansir Kepolisian Resor Gunung Kidul berikut ini.

Semenjak tahun 2001- 2009 tercatat 269 kasus bunuh diri di kabupaten di tenggara Yogyakarta itu.  Dan yang mengenaskan kecendrungan bunuh diri itu terus meningkat. Sepanjang 2009 saja, sudah 34 orang memilih menyudahi hidupnya sendiri.

Entah apa sebabnya. Fenomena bunuh diri itu, juga menjamur di sejumlah daerah. Beberapa pekan belakangan, sejumlah orang bunuh di Jakarta. Cara yang ditempuh pun sangat menggerikan. Melompat dari dari ketinggian di pusat keramaian.

Kasus bunuh yang cukup mengejutkan juga terjadi di Propinsi Bali.  Lihatlah hasil penelitian Direktur Program Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, I Ketut Widnya, berikut ini. Dia melakukan penelitian  2003-2007.  Dibukukan dengan judul:  Bunuh Diri di Bali: Perspektif Budaya dan Lingkungan Hidup.

Satu diantara 41 ribu orang Bali, begitu hasil penelitian itu, adalah pelaku bunuh diri. Tinggikah jumlah itu. Tidak, jika Anda membandingkannya dengan bilangan 41 ribu yang memilih tidak bunuh diri itu. Tapi  jumlah itu sangat tinggi  bila dibandingkan dengan kecenderungan di daerah lain.