Menyambut Presiden Terpilih

Joko Widodo di Kampung Deret, Jakarta
Joko Widodo di Kampung Deret, Jakarta
Sumber :
  • VIVA / Agus Rahmat

Komisioner KPU Viryan Aziz.

Komisioner KPU, Viryan Aziz

Viryan menyadari banyak spekulasi yang muncul setelah KPU mengumumkan hasil perolehan suara Pemilu 2019 pada Selasa dini hari. Ia menegaskan, tanggal 22 Mei adalah batas waktu maksimal bagi KPU menyampaikan hasil perolehan suara Pemilu 2019.

Itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur penetapan hasil perolehan pemilu diumumkan paling lambat 35 hari sejak hari pemungutan suara. Nah, 35 hari setelah pemungutan suara jatuh pada 22 Mei 2019. "Kalau bisa lebih awal, ya, lebih baik. Enggak apa-apa," ujar Viryan.

Disamping itu, semua perwakilan dari paslon 01 dan paslon 02 maupun partai politik semuanya hadir selama proses rekapitulasi. Semua proses dan kegiatan rekapitulasi didokumentasikan foto dan video, agar semuanya berlangsung terbuka dan transparan.

Terkait acara penetapan hasil Pemilu 2019 yang dilakukan hingga dini hari, Viryan berdalih bahwa proses rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara merupakan satu kesatuan, yang tak berhenti hanya karena alasan waktu sudah berganti hari atau lewat pukul 24.00 WIB.

"Dengan demikian sebenarnya ini sudah clear bahwa mekanisme penghitungan dan rekapitulasi itu tidak ada jeda waktu istirahat yang standar," ujar Viryan.

Namun demikian, salam situasi ini, KPU, lanjut Viryan, menjadi serba salah. Bila hasil pemilu diumumkan 22 Mei tengah malam, KPU juga tetap jadi sasaran kritik. "Itu nanti bisa dilihatnya lain lagi. Prinsipnya, KPU sudah selesaikan pekerjaan. Itu bukan sesuatu yang terburu-buru," tegasnya.

Pidato Kampung Deret

Jauh dari kontroversi waktu pengumuman hasil Pemilu 2019, Joko Widodo bersama cawapresnya, KH Ma’ruf Amin memilih menepi, berbaur bersama masyarakat di kawasan padat penduduk di tengah Ibu Kota. Jokowi meyampaikan pidato kemenangannya di tengah warga Kampung Deret, Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa siang, 21 Mei 2019.

Seperti khasnya Jokowi, berbaju putih lengan panjang dilipat, celana hitam dan sneakers, turun dari mobilnya, tak jauh dari rel kereta api dekat Stasiun Senen. Wajahnya Jokowi sumringah, Ia berjalan masuk kampung sejauh 100 meter, terus menebar senyum sembari menyapa dan menyalani satu per satu warga masyarakat.

Warga Kampung Deret kala itu memang terkejut dengan kedatangan Jokowi. Mereka tak menyangka kampungnya kedatangan orang nomor satu di Republik ini. Sebelumnya juga tak ada pengamanan layaknya orang penting akan datang. Hanya beberapa saat saja sebelum Jokowi datang, arus lalu lintas di sekitar lokasi disterilisasi.

Pasukan Paspampres yang kala itu berpakaian loreng, setia mendampingi Jokowi bertemu warga. Pengamanan yang mereka berikan juga rileks, tak kaku, hanya memastikan agar langkah kepala negara itu tidak terhambat. Ratusan warga yang menanti, tetap bisa bersalaman dan berfoto dengan Jokowi.  

"Jokowi siapa yang punya…Jokowi siapa yang punya…yang punya kita semua," teriak warga menyanyikan lagu menyambut kedatangan Jokowi. Warga Kampung Deret siang itu tumpah ruah ke jalan. Bangku kayu panjang yang telah  disiapkan di tengah jalan, menjadi titik akhir Jokowi berjalan. Di bangku yang dibuat setengah melingkar itu, Jokowi duduk berdempetan dengan emak-emak Kampung Deret.

Joko Widodo di Kampung Deret, Jakarta

Jokowi dan Maruf Amin di Kampung Deret, Jakarta

Mereka asyik bersenda gurau hingga curhat ke Jokowi yang berada persis di samping mereka. Tak jarang Jokowi melayani permintaan emak-emak yang minta foto bareng Presiden. Jokowi sesekali mengajak diskusi warga, mengenai Kampung Deret yang pernah bangun semasa jadi Gubernur DKI lima tahun silam.

Tak berapa lama, cawapres KH Ma’ruf Amin tiba di lokasi. Sama seperti Jokowi, mantan Rais Aam PBNU itu juga mendapat sambutan riuh. Sebagai politisi yang juga ulama besar, warga khusyuk menyalami Kiai Ma’ruf, sembari berharap ‘ngalap barokah’.