SOROT 556

Kebiasaan yang Tergerus Zaman

Kartu lebaran
Sumber :
  • ANTARA/Arief Priyono

VIVA – Dulu, menerima Kartu Lebaran itu tiada kata yang tidak bisa diungkap selain bahagia. Seiring berjalannya waktu, Kartu Lebaran mulai ditinggalkan.

Ya, di era serba digital, mengucapkan 'Selamat Lebaran' cukup mengetik dengan dua jari di ponsel pintar, lalu kirim ke nomor tujuan. Baik itu lewat pesan singkat (SMS), BlackBerry Messenger (BBM), Line hingga WhatsApp.

Bisa dikatakan bahwa Kartu Lebaran kini menjadi 'benda asing' bagi generasi muda sekarang, atau istilahnya milenial. Kartu Lebaran pernah memasuki masa keemasan pada era 1990-an. Kala itu, ribuan Kartu Lebaran serta pedagang yang menjual di emperan sangat banyak. Namun, setelah kemunculan telepon seluler atau ponsel pada akhir 1990-an, produksi sampai penjualan Kartu Lebaran kian menurun tajam.

Kartu lebaran

Kartu Lebaran

Di mata Direktur PT Harvindo Perkasa, Vendy Satria Wongso, kebutuhan pos masih ada. Namun, ada peralihan model komunikasi. "Kita tahu sekarang sudah jelas enggak ada yang mau komunikasi pakai kartu. Jadi festive yang kita sebut di sini maksudnya hari besar," ungkap Vendy kepada VIVA, Jumat, 7 Juni 2019.

Ia juga mengatakan, anak usahanya bernama Harvest yang bergerak di bisnis kartu Lebaran, ini juga melakukan inovasi dalam ucapan Selamat Lebaran. Vendy mengaku jika hal itu membuat satu paket dengan nama Hampers Idul Fitri.

"Baru tahun ini kita bikin hampers. Kita sebetulnya produksinya enggak banyak hampersnya. Tapi kita kasih variatif ke orang kalau kartunya kurang ada hampers juga," katanya kepada VIVA, belum lama ini.

Vendy mengatakan, hampers tersebut berisi berisi satu paket dengan notebook, dua toples kue, totebag, dan gratis kartu ucapan. Satu boks-nya dibanderol Rp249 ribu dan dapat dipesan secara pre-order.

Vice President Pengembangan Produk Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero), Djoko Suhartanto mengakui, pengiriman kartu pos menunjukkan penurunan. Menurutnya karena ada peralihan dari budaya mengirimkan kartu pos ke budaya digital.

"Untuk kiriman kartu pos. Tren menunjukkan penurunan 20 persen karena budaya masyarakat Indonesia dalam mengirimkan kartu pos beralih ke budaya digital dengan perkembangan TIK saat ini," ujarnya.

Djoko mengatakan, produksi surat pos semakin lama semakin mengecil. Tercatat, pada 2016, mencapai 13.004.388 menurun menjadi 12.049.038 pada 2016. Sedangkan pada 2018 diproduksi 5.994.931 serta 2019 berkisar 4.795.945.

Digeser Gadget

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah operator seluler mengalami peningkatan trafik data dibandingkan SMS maupun telepon (voice). Hal ini juga terjadi saat momen Lebaran. Tri salah satunya.

DGM Public Relations PT Hutchison Tri Indonesia, Arum K Prasodjo mengatakan, jumlah pelanggan Tri saat ini mencapai 95 persen pengguna data. Sejak tiga sampai empat tahun lalu 70 sampai 80 persen pengguna daya," ujar Arum.

Arum juga mengatakan, data masih mendominasi lonjakan data trafik saat musim Lebaran. Diperkirakan oleh Tri lonjakan akan terjadi mulai H-3 sekitar 30 persen. Hal ini pula yang selama tiga sampai empat tahun terakhir SMS dan voice tidak mengalami peningkatan.

Pada kesempatan yang sama, PT XL Axiata (Persero) Tbk mengestimasi kelonjakan data saat musim Lebaran tahun ini mencapai 20 persen. Salah satu aplikasi yang kemungkinan mengalami kelonjakan adalah WhatsApp.

Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie Dianty Yosetya mengatakan, kemungkinan besar karena ada fitur WhatsApp untuk Video Call Group. "Sejak WhatsApp itu punya fitur baru video call yang bisa ramai-ramai itu sebetulnya trafik WhatsApp jauh lebih meningkat. Saya lihat jadi efek saat silahturahmi enggak bisa ketemu langsung," tuturnya.

Tren lonjakan data juga dialami oleh Telkomsel. Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin mencatat, kenaikan trafik layanan data tertinggi pada H-1 Lebaran tahun ini menjadi 19,30 Petabyte atau meningkat 12,3 persen jika dibandingkan dengan trafik layanan data pada hari normal.

Jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu, ungkap Denny, trafik layanan ini mengalami kenaikan sekitar 49,8 persen. Rata-rata lonjakan tertinggi terjadi di antara pukul 00.00 hingga 06.00, atau pada saat sahur. 

Wilayah dengan kenaikan trafik layanan data tertinggi adalah Jawa Tengah dengan peningkatan 44,0 persen dibandingkan hari normal, diikuti wilayah Jawa Barat (sebesar 31,2 persen) dan Jawa Timur (sebesar 26,9 persen).

Jelajah Ramadan dan Idul Fitri Telkomsel Jawa bagian Barat 2019.

Uji jaringan Telkomsel jelang Lebaran

Denny menuturkan, penggunaan layanan data pada di momen Lebaran tercatat mengalami peningkatan yang signifikan di beberapa lokasi yang menjadi titik berkumpulnya pemudik, seperti Exit Tol Pejagan, Pompa Bensin Gentong Tasikmalaya, Rumah Makan Lestari Banjarnegara, Bandara Adi Soemarmo dan Rest Area Adiwerna km 287 Tegal.

Lonjakan serupa juga terjadi di lokasi-lokasi wisata yang dipadati pengunjung, di antaranya Pantai Tirtamaya Indaramayu, Pantai Santolo Garut, Rekreasi Kota Bunga Puncak, Rekreasi Pangandaran Batu Keras, dan Taman Wisata Linggarjati Kuningan.

Kontribusi tertinggi penggunaan layanan data secara umum berasal dari pelanggan yang beraktivitas di media sosial mencapai 30,4 persen. Pelanggan juga memanfaatkan layanan data untuk menyaksikan film atau video secara streaming dengan kontribusi sebesar 28,7 persen.

Sementara itu, komunikasi berbasis teks, serta panggilan suara dan panggilan video melalui aplikasi pesan instan memberikan andil sekitar 15,7 persen terhadap penggunaan layanan data. 

Pada layanan video streaming, salah satu kontributor meningkatnya konsumsi kuota data adalah aktivitas pelanggan yang menyaksikan streaming melalui aplikasi YouTube. Denny mengatakan, khusus layanan media sosial kontributor meningkatnya konsumsi kuota data didominasi aktivitas pelanggan pada aplikasi Facebook dan Instagram.

Aplikasi Favorit

Beberapa ragam aplikasi lain yang menjadi favorit pelanggan selama periode Lebaran tahun ini adalah Google Service yang memiliki andil terhadap penggunaan layanan data Telkomsel sebesar 7,7 persen, diikuti Mobile Legends dan Tik Tok masing-masing sebesar 1,1 persen.

"Kami menyadari tingginya minat pelanggan untuk memanfaatkan jaringan Telkomsel sehingga kualitas, kapasitas, dan jangkauan jaringan tetap kami optimalkan hingga berakhirnya masa libur Lebaran dan seterusnya sehingga pelanggan bisa selalu berkomunikasi dengan nyaman," ujar Denny.

Untuk layanan suara dan SMS, dibandingkan dengan trafik pada hari normal, trafik layanan suara mengalami penurunan sebesar minus 14,9 persen menjadi 1,05 miliar menit, hal yang sama juga terjadi dalam trafik layanan SMS yang mengalami penurunan sebesar minus 3,7 persen menjadi 531 juta SMS.

Dari sisi kualitas layanan, tingkat keberhasilan koneksi data, pengiriman SMS, dan panggilan suara masing-masing mencapai  99,69 persen, 99,70 persen, dan 98,52 persen, yang berarti secara umum pelanggan dapat menikmati layanan komunikasi dengan lancar.

Ilustrasi menara BTS.

Menara BTS

Sementara, wilayah-wilayah yang paling banyak menerima kedatangan pelanggan dari wilayah lainnya pada periode mudik Lebaran tahun ini adalah Jawa Tengah dengan 2,80 juta pelanggan, Jawa Barat (1,57 juta pelanggan), dan Jawa Timur  (1,28 juta pelanggan). 

Polemik Ma'ruf Amin, Habib Bahar hingga Ahmad Dhani ke Cipinang

Beberapa aktivitas kesiapan infrastruktur yang dilakukan Telkomsel antara lain membangun 10 ribu BTS multiband LTE, mengoperasikan 70 mobile BTS, menambah kapasitas gateway internet 15 persen dari kapasitas existing menjadi 4.700 Gbps, serta kapasitas sistem IT untuk layanan dan kapasitas layanan isi ulang pulsa.

Salah satu contoh Kartu Lebaran yang tengah digemari adalah fitur kartu ucapan di platform agregator berita, Baca Berita (BaBe). Di situ tidak hanya ada kartu Lebaran tetapi juga jadwal salat, waktu sahur dan berbuka puasa, doa harian, dan tips untuk berbagai kegiatan sepanjang Ramadan.

Uniknya Lebaran Ketupat di Kepulauan Sangihe

Anisa Rahma Adi, mantan anggota girlband Cherrybelle yang kini telah mantap berhijab, mengaku tak kesulitan untuk mengirim kartu ucapan dari platform tersebut. Selain tak lagi bikin bingung, cara membuatnya cukup gampang. "Ini seru banget. Buat yang bingung mau kasih ucapan selamat Ramadan atau Idul Fitri. Cara bikinnya gampang. Tinggal pilih template dan buat kalimat ucapannya,” ujar Anisa.

Fitur Ramadan ini merupakan wadah untuk semua konten yang berbicara mengenai serba-serbi bulan puasa. BaBe menawarkan akses yang mudah bagi pengguna untuk dapat membaca artikel dan video terbaru yang membantu umat Islam menjaga ketaatan dan melakukan kegiatan agama ketika Ramadan.

Hingga H+5, Sudah Lebih 1 Juta Kendaraan Kembali ke Jakarta

Fitur Ramadan BaBe adalah kanal yang diperlukan untuk membantu umat Islam merayakan bulan suci ini dengan puasa, doa, penuh khusyuk, serta tips dan trik menjelang Idul Fitri. (mus)

GIF di Instagram

Aneka Cara Mengucapkan Lebaran Lewat Dunia Digital

Mulai dari video, hingga kartu digital.

img_title
VIVA.co.id
1 Mei 2020