Waspada Benih Radikalisme

Potensi radikalisme di lima provinsi di Indonesia hasil survei BNPT, The Nusa Institute, dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme/Ilustrasi.
Potensi radikalisme di lima provinsi di Indonesia hasil survei BNPT, The Nusa Institute, dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme/Ilustrasi.
Sumber :
  • VIVA.co.id/BNPT

Gejala radikal lainnya, yakni berani mengintimidasi orang lain demi mencapai tujuan. Intimidasi ini dengan teror yang bisa mengancam jiwa orang lain untuk memberikan peringatan. Orang radikal memiliki kesadaran ingin tata dunia baru dengan cara teror kekerasan menggunakan aksi sadis.

Sasaran Empuk

Kelompok penganjur radikalisme cenderung mengincar anak-anak muda sebagai sasaran empuk. Anak muda yang biasanya mahasiswa baru akan mudah kena doktrin. Hal ini pernah dialami sejumlah mahasiswa kedokteran Universitas Airlanggga. Namun, peristiwa ini disebut terjadi dulu, bukan saat ini.

"Kedokteran itu dulu gudangnya, tapi itu dulu itu pun sebenarnya kecil," ujar Juru Bicara Unair, Suko Widodo kepada VIVAnews, Rabu, 31 Juli 2019.

Suko yang juga pakar komunikasi politik itu mengatakan, mahasiswa baru jadi sasaran empuk kelompok ekstrimis dengan berbagai modus cara. Misalnya, seperti pelaku mencarikan kos atau asrama agar mudah dipantau.

Potensi radikalisme di lima provinsi di Indonesia hasil survei BNPT, The Nusa Institute, dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme/Ilustrasi.

Grafik potensi penyebaran radikalisme di Indonesia