- ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
"Mereka misalnya memulai program dalam kurun waktu tertentu, tapi PSSI tidak punya dana. Akhirnya di cut off. Itu kan seharusnya tidak boleh terjadi. Timnas usia muda saja, untuk cari lawan uji coba saja menunggu ada tim lain yang undang," imbuhnya.
Yusuf mewanti-wanti PSSI untuk bisa menjaga kualitas para pemain usia muda saat ini dengan hati-hati. Jangan sampai, ketika berlaga di rumah sendiri, penampilan mereka malah jeblok. Program-program yang diinginkan pelatih harus bisa konsisten dilakukan.
Kebersamaan pemain juga mesti terus ditingkatkan. Dalam waktu dekat, Timnas U-19 akan berlaga di kualifikasi Piala Asia. Menurut Yusuf, akan sangat bagus jika anak asuh Fakhri bisa lolos, tapi jika tidak harus dipikirkan program lanjutannya.
"Waktunya masih dua tahun, mereka setelah ikut kualifikasi Piala Asia U-19 ini mau kemana. Kalau mereka lolos bagus, kalau tidak kan menunggu dua tahun. Saya kira mereka harus tetap berkompetisi, entah itu kembali ke klub ikut elite pro academy yang U-20, jangan yang ke U-18, biar mereka naik. Pemusatan latihan dan uji coba berkala juga harus, minimal setiap bulan ada," ujarnya.
Seharusnya hal seperti itu tidak sulit untuk diwujudkan oleh PSSI. Yusuf merujuk apa yang pernah dilakukan untuk Timnas Indonesia Primavera beberapa tahun lalu. Segala cara mesti dilakukan, semua demi perbaikan sepakbola Indonesia. Maju terus Timnas! (umi)