- AP Photo/Joan Leong
Selama Piala Dunia, Mani disebut-sebut punya rekor 80 persen akurat. Selain partai Spanyol lawan Jerman, tak disebutkan pertandingan mana saja yang telah ia prediksikan hasilnya.
Saat ini, Mani menjadi bahan pembicaraan di Singapura. Muniyappan pun panen klien. Jika sebelumnya ia hanya kedatangan 10 pengunjung dalam satu hari, kini jumlah yang sama bisa ia dapatkan hanya dalam waktu satu jam.
“Petunjuk” bagi petaruh
Barangkali, entah si Mani atau si Paul, yang senang dengan “petunjuk” para hewan itu adalah para penjudi, atau petaruh bola. Ada yang bersorak girang karena menang. Atau merengut karena kalah.
Seorang petaruh dari Inggris dikabarkan kalah besar. Dia tak menebak seperti disarankan si gurita Paul. Si petaruh itu kalah 500 ribu euro. “Bahkan ada juga taruhan 100 ribu dan 80 ribu euro lainnya lenyap karena memegang Jerman,” ujar Graham Sharpe, juru bicara agen taruhan William Hill kepada Guardian, Kamis 9 Juli 2010.
Tentu, pasar Asia juga bakal ramai dengan taruhan seperti ini. Selama sebulan pertandingan di Afrika Selatan, ratusan miliar atau bahkan triliunan uang taruhan diduga akan berputar di Asia. Sebagian kegiatan judi berlangsung gelap, alias ilegal.
Tapi meski terlarang, aliran duit di situ sangat menggiurkan. Itu sebabnya, Malaysia bahkan meninjau proposal perusahaan kasino Berjaya Group, yang hendak melegalkan taruhan Piala Dunia.
Pasar taruhan di Malaysia diperkirakan mencapai 20 miliar ringgit per tahun (US$ 6,2 miliar atau sekitar Rp 57 triliun).Tapi, meski legal, perjudian di Malaysia tak lepas dari intaian polisi. Polisi Malaysia telah menyiapkan satgas khusus memantau judi online.
Di Korea Selatan, aksi itu lebih terbuka. Perusahan Sports Toto, misalnya, telah memiliki lisensi untuk bisnis taruhan pada semua kegiatan olahraga, termasuk Piala Dunia. Perusahaan ini telah menyetor 25 persen penjualannya kepada pemerintah. Tapi, toh dunia judi gelap tetap berlangsung di sana.
Sementara China adalah surga judi terbesar di Asia. Di sana, judi bawah tanah berkembang marak. Menurut mingguan Titan Sports, warga China menghabiskan lebih dari 500 miliar yuan (US$73 miliar atau Rp671 triliun) pada judi online selama Piala Dunia 2006 silam. Nilai ini sekitar dua persen dari produk domestik bruto (PDB) Cina.