Membunuh “30-12-2011” di Samoa

Big Ben di London
Big Ben di London
Sumber :
  • REUTERS

VIVAnews  – Apia, ibukota Samoa, tak terlelap malam itu. Langkah ribuan manusia berderap di jalan, ditingkahi derum kendaraan yang melaju di atas aspal. Ia menjadi saksi lautan manusia menyemut di sekitar menara jam besar berwarna putih, semacam tugu mengenang mereka yang tewas dalam Perang Dunia I.

Semua mata tertuju pada jarum jam, yang terasa berdetak lambat malam itu. Saat tengah malam terlewati, suara sorakan pun pecah. Orang berteriak, bertepuk tangan, saling berpelukan. Kembang api ditembakkan ke angkasa. Bunyi serempak klakson mobil, motor, dan kendaraan polisi memekakan telinga, bercampur raungan sirine pemadam kebakaran dan ambulans.

Itu bukan perayaan tahun baru. Kala itu Apia menjadi saksi sebuah momentum perubahan.  Dentang jam di tengah malam mengakhiri tanggal 29 Desember 2011. Sekaligus sebuah lompatan, di mana 186.000 rakyat langsung memasuki tanggal 31 Desember 2011. Tanggal 30 Desember 2011 dianggap tak pernah ada.

“Orang-orang Samoa tidur Kamis malam, dan terbangun di hari Sabtu. 30 Desember 2011 adalah hari yang tak dianggap. Kasihan mereka yang berulang tahun atau memperingati sesuatu di hari itu,” kata saksi sejarah, Stefany Anne Golberg, seperti dimuat Boston.com.  Negeri tetangga, Tokelau yang hanya berpenduduk 1.500 orang juga mengambil kebijakan yang sama.

Sejak saat itu, Samoa yang di masa lalu hanya berbeda tiga jam dari waktu Kalifornia, dan selisih 21 jam dari Australia, berbalik. Kini, ia hanya tiga jam lebih awal dari waktu bagian timur Australia, dan beda 22 jam dari Kalifornia.

Sebelumnya, selama 119 tahun, Samoa lebih dekat dari segi waktu dengan Amerika Serikat, setelah sekelompok pedagang AS mendekati raja Samoa, membujuknya untuk menyamakan waktu dengan Samoa Amerika -- yang dikuasai AS, dengan iming-iming kemajuan perdagangan. Kala itu Samoa merayakan Kemerdekaan AS tanggal 4 Juli selama dua kali, sebagai bentuk penghormatan.

Keputusan kontroversial diambil pemerintah Mei tahun lalu. Salah satu pertimbangan, dengan berlalunya waktu, Australia dan Selandia Baru justru menjadi mitra dagang terpenting mereka.